Madiun
– Sepasar Ing Madiun (Spasma) merupakan salah satu dari rangkaian Peringatan
Hari Jadi Kabupaten Madiun yang ke 449. Kegiatan Spasma merupakan upaya nyata
dari Pemerintah Kabupaten Madiun dalam rangka menumbuhkan kreativitas
masyarakat dalam bidang budaya dan produk unggulan yang nantinya bisa dijadikan
ikon Kabupaten Madiun.
Tahun 2017 ini merupakan
penyelenggaraan Spasma yang ke 4 di alun-alun Mejayan, Caruban, Kab. Madiun.
Gong pemukulan pembukaan Spasma di pukul oleh Wakil Bupati Madiun H. Iswanto, dengan
didampingi oleh Ketua DPRD Kab. Madiun, dan Forkopimda, Sabtu (22/7/17) dan
disaksikan oleh Kepala OPD Kabupaten Madiun, Direktur BUMN dan RSUD Kabupaten
Madiun, Camat se Kab. Madiun, Undangan dan para peserta spasma.
Saat
memberikan sambutan, H. Iswanto, Wakil Bupati Madiun mengatakan bahwa tujuan
penyelenggraan spasma in Madiun ini adalah dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten
Madiun yang ke 449. “Kegiatan ini untuk melestarikan seni tradisi dan
budaya masyarakat kab. Madiun, mempromosikan produk-produk unggulan dan produk
ekonomi kreatif masyarakat kab. Madiun, menjadikan spasma sebagai salah satu icon
destinasi Wisata Kab. Madiun,” ujar Wakil Bupati Madiun.
Selanjutnya dikatakan, dengan
peringatan hari jadi ke 449 kab. Madiun menyampaikan agar masyarakat madiun
selalu meningkatkan guyub rukun, gotong royong guna terwujudnya masyarakat Madiun
yang lebih sejahtera. “Mari kita tingkatkan toleransi, kepedulian sosial yang
tinggi sehingga spasma ini bisa jadi icon dan terus dapat ditingkatkan,”
lanjutnya.
Wabup
juga menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung
berjalannya kegiatan ini. Dan berharap agar spasma di madiun ini dapat
memberikan hiburan yang segar sekaligus mempercepat dan memperkuat ikatan batin
diantara pemerintah Kab. Madiun dengan masyarakat Madiun
Walaupun tidak bisa menghadiri
pembukaan Spasma karena ada mendapatkan Penghargaan Kota Layak Anak di Pekan
Riau, namun Bupati Madiun, H. Muhtarom berkenan melakukan penutupan. “Yang
terpenting adalah Spasma ini bisa dijadikan ajang untuk menampilkan kreatifitas
baik budaya, ekonomi maupun produk unggulan yang bisa menjadi kebanggaan
Kabupaten Madiun,” tegasnya.
Diketahui, spasma tahun 2017 diisi
dengan berbagai kegiatan seperti tari kolosal nusantara, pameran lukisan,
pameran bonsai, pameran hidroponik, pameran fotografi, pameran wisata, fun
trip, kompetisi hadrah, gebyar UMKM, gebyar gapoktan dan lomba cipta menu,
kirab budaya dan pariwisata. (Gg)

Posting Komentar