Ratusan Peserta Pemula dan Lanjutan Antusias Ikuti Pelatihan Keterampilan Batik Pewarnaan Sintetis dan Alami
Madiun - Pembinaan dan Pelatihan Keterampilan Kerja Bagi Tenaga
Kerja dan Masyarakat (Pelatihan Keterampilan Batik Pewarnaan Sintetis dan
Alami) yang digelar oleh Bidang Industri, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM
Kabupaten Madiun Tahun 2017 diikuti oleh 100 orang tingkat Pemula dan
Lanjutan.
Kegiatan
yang dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 24-26/7/17 ini digunakan untuk
memberikan Pelatihan batik terkait masalah pewarnaan alam dan sintetis dengan
narasumber Lukman, dari Griya Batik Mas Pekalongan.
Saat
ditemui, Bambang Sudjiono, Kabid Perindustrian mengatakan peserta harus mempu
menyerap apa yang disampaikan oleh narasumber sehingga bisa meningkatkan
inovasi maupun kreatifitasnya agar usaha batik yang ditekuni bisa berkembang.
"Setelah sesi pembukaan ini nanti ada pemaparan, kesaksian dan praktik
langsung," ungkap Bambang Sudjiono.
Setelah
pelatihan ini nanti akan ada tindaklanjut yaitu studi banding ke Pekalongan.
"Kita berharap rangkaian kegiatan ini bisa menambah keterampilan maupun
usaha batik di Kabupaten Madiun," tegasnya.
Di
Kabupaten Madiun, ada beberapa setra Pengrajin batik seperti Kecamatan Dagangan,
Kebonsari, Wungu, Balerejo, Madiun, Dolopo, Sawahan, dan Kecamatan
Pilangkenceng. "Semua kita undang, agar kita memantau sejauh mana
perkembangan mereka pasca pelatihan ini," kata Bambang Sudjiono.
Sementara,
Anang Sulistijono, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro
Kabupaten Madiun mengatakan di Kabupaten Madiun sudah ada beberapa desain batik
yang dikenalkan oleh beberapa masyarakat, namun saat ini Kabupaten Madiun belum
punya batik khas.
Saat
ini ada beberapa batik seperti batik Demung, Jati Sinawur maupun yang lain tapi
belum pernah dipatenkan. Batik hasil karya ini semua dicetak di Solo. Bahkan
batik Porang hasil karya masyarakat Kabupaten Madiun malah dipatenkan oleh
Jogjakarta. "Tapi nggak masalah, kalau jogja daun Porangnya besar, kita
buat lagi yang kcil," ungkapnya.
Berangkat
dari ini, Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun
mengadakan pelatihan dan peningkatan keterampilan sehingga pelaku ini bisa
membuat rumusan batik khas Kabupaten Madiun. "Beberapa waktu lalu ada 5
corak batik yang bisa dijadikan rujukan pemenang seperti corak Porang dan Kayu
Jati," terang Anang Sulistijono.
Lebih
lanjut dijelaskan, hasil karya dari pengerajin batik akan dipasarkan melalui
dinas-dinas yang ada di Kabupaten Madiun. "Setelah ini nanti akan kita
buat ditelaah staf sebagai bahan rujukan dari Bupati, maka setelah disetujui
maka para pengerajin batik bisa memproduksinya," lanjutnya
Setelah
pelatihan terus dilanjutkan dengan studi banding, para pengerajin batik bisa
berkoordinasi dengan dinas terkait agar terjadi kesinambungan. "Subtansi
pemikiran pimpinan adalah kita hanya bisa memberikan pelatihan, terkait masalah
modal itu tergantung kreatifitas masing-masing," lanjutnya.
Diharapkan,
alumni pelatihan keterampilan batik ini bisa memberikan masukan pada Bupati
Madiun agar bisa dievaluasi sehingga bisa memberikan hasil yang positif.
"Diharapkan, para peserta pelatihan ini bisa aktif bertanya maupun
menyerap apa yang disampaikan oleh narasumber sehingga hasilnya nanti bisa maksimal,"
pungkas Anang Sulistijono.
Saat
memberikan pemaparan, Lukman dari Griya Batik Mas Pekalongan menjelaskan,
pewarnaan alam dan desain akan ditegaskan. "Baju yang saya pakai ini
adalah memakai perwarna alam dari daun mangga. Namun warna alam tidak kaya
warna cuma ramah lingkungan," ujarnya.
Melihat
potensi yang ada di Kabupaten Madiun, ini adalah peserta terbesar yang pernah
saya datangi. "Semua ilmu membatik akan saya tularkan, saya berharap
pengerajin batik Kabupaten Madiun bisa lebih maju bidang batiknya,"
pungkas Lukman. (Gg)
Madiun - Pembinaan dan Pelatihan Keterampilan Kerja Bagi Tenaga
Kerja dan Masyarakat (Pelatihan Keterampilan Batik Pewarnaan Sintetis dan
Alami) yang digelar oleh Bidang Industri, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM
Kabupaten Madiun Tahun 2017 diikuti oleh 100 orang tingkat Pemula dan
Lanjutan.
Kegiatan
yang dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 24-26/7/17 ini digunakan untuk
memberikan Pelatihan batik terkait masalah pewarnaan alam dan sintetis dengan
narasumber Lukman, dari Griya Batik Mas Pekalongan.
Saat
ditemui, Bambang Sudjiono, Kabid Perindustrian mengatakan peserta harus mempu
menyerap apa yang disampaikan oleh narasumber sehingga bisa meningkatkan
inovasi maupun kreatifitasnya agar usaha batik yang ditekuni bisa berkembang.
"Setelah sesi pembukaan ini nanti ada pemaparan, kesaksian dan praktik
langsung," ungkap Bambang Sudjiono.
Setelah
pelatihan ini nanti akan ada tindaklanjut yaitu studi banding ke Pekalongan.
"Kita berharap rangkaian kegiatan ini bisa menambah keterampilan maupun
usaha batik di Kabupaten Madiun," tegasnya.
Di
Kabupaten Madiun, ada beberapa setra Pengrajin batik seperti Kecamatan Dagangan,
Kebonsari, Wungu, Balerejo, Madiun, Dolopo, Sawahan, dan Kecamatan
Pilangkenceng. "Semua kita undang, agar kita memantau sejauh mana
perkembangan mereka pasca pelatihan ini," kata Bambang Sudjiono.
Sementara,
Anang Sulistijono, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro
Kabupaten Madiun mengatakan di Kabupaten Madiun sudah ada beberapa desain batik
yang dikenalkan oleh beberapa masyarakat, namun saat ini Kabupaten Madiun belum
punya batik khas.
Saat
ini ada beberapa batik seperti batik Demung, Jati Sinawur maupun yang lain tapi
belum pernah dipatenkan. Batik hasil karya ini semua dicetak di Solo. Bahkan
batik Porang hasil karya masyarakat Kabupaten Madiun malah dipatenkan oleh
Jogjakarta. "Tapi nggak masalah, kalau jogja daun Porangnya besar, kita
buat lagi yang kcil," ungkapnya.
Berangkat
dari ini, Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun
mengadakan pelatihan dan peningkatan keterampilan sehingga pelaku ini bisa
membuat rumusan batik khas Kabupaten Madiun. "Beberapa waktu lalu ada 5
corak batik yang bisa dijadikan rujukan pemenang seperti corak Porang dan Kayu
Jati," terang Anang Sulistijono.
Lebih
lanjut dijelaskan, hasil karya dari pengerajin batik akan dipasarkan melalui
dinas-dinas yang ada di Kabupaten Madiun. "Setelah ini nanti akan kita
buat ditelaah staf sebagai bahan rujukan dari Bupati, maka setelah disetujui
maka para pengerajin batik bisa memproduksinya," lanjutnya
Setelah
pelatihan terus dilanjutkan dengan studi banding, para pengerajin batik bisa
berkoordinasi dengan dinas terkait agar terjadi kesinambungan. "Subtansi
pemikiran pimpinan adalah kita hanya bisa memberikan pelatihan, terkait masalah
modal itu tergantung kreatifitas masing-masing," lanjutnya.
Diharapkan,
alumni pelatihan keterampilan batik ini bisa memberikan masukan pada Bupati
Madiun agar bisa dievaluasi sehingga bisa memberikan hasil yang positif.
"Diharapkan, para peserta pelatihan ini bisa aktif bertanya maupun
menyerap apa yang disampaikan oleh narasumber sehingga hasilnya nanti bisa maksimal,"
pungkas Anang Sulistijono.
Saat
memberikan pemaparan, Lukman dari Griya Batik Mas Pekalongan menjelaskan,
pewarnaan alam dan desain akan ditegaskan. "Baju yang saya pakai ini
adalah memakai perwarna alam dari daun mangga. Namun warna alam tidak kaya
warna cuma ramah lingkungan," ujarnya.
Melihat
potensi yang ada di Kabupaten Madiun, ini adalah peserta terbesar yang pernah
saya datangi. "Semua ilmu membatik akan saya tularkan, saya berharap
pengerajin batik Kabupaten Madiun bisa lebih maju bidang batiknya,"
pungkas Lukman. (Gg)










