Berita Terkini
Tampilkan postingan dengan label peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peristiwa. Tampilkan semua postingan

Pavingisasi Jalan Masuk Monumen Kresek Untuk Tingkatkan Pendapatan PKL

Madiun - Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Madiun terus berupaya untuk menata obyek wisata unggulan. Bukan hanya obyek wisata saja yang dibenahi, namun potensi peningkatan pendapatan dari para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang mengais rejeki di obyek wisata juga mendapat perhatian serius.
Seperti pavingisasi di jalur keluar masuk obyek wisata Monumen Kresek yang akan dikerjakan mulai tanggal 1 Oktober 2017 ini adalah salah satu bukti perhatian dari Pemerintah Kabupaten Madiun pada para PKL. "Kita buat satu jalur yaitu melintasi tempat PKL berjualan," ungkap Isbani, Kabid Pengembangan Pariwisata, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Madiun. 
Dilanjutkan, dengan adanya pavingisasi satu jalur ini, nantinya pengunjung yang datang tidak langsung masuk melalui pintu utama seperti biasanya, namun akan diarahkan untuk melintas di lokasi tempat PKL berjualan. "Dengan begitu, nantinya para pengunjung akan tertarik untuk mampir mencicipi dagangan dari para PKL tersebut," tegas Isbani.
Dengan semakin ramainya pengunjung pada obyek wisata Monumen Kresek tersebut tentu akan berimbas pada pendapatan dari para PKL. Disini diharapkan, para PKL bisa melayani para pengunjung dengan sebaik mungkin sehingga nantinya akan merekomendasi pada sanak saudara maupun relasinya.
Diketahui, pavingisasi ini nanti dikerjakan bertepatan dengan pelaksanaan Upacara Hari Kesaktian Pancasila. Namun hal itu tidak berpengaruh karena pembangunan bisa dilaksanakan disisi Barat dulu. "Lokasi upacara kan disebelah timur," ujarnya.
Isbani menambahkan, apa yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Madiun ini tidak akan berhasil apabila gaung tentang pengembangan potensi pariwisata selingkar Wilis tidak diketahui oleh masyarakat. "Makanya kita gencar melakukan publikasi terkait dengan pengembangan selingkar Wilis agar masyarakat tahu serta tertarik mendatangi obyek wisata yang kita unggulkan," pungkas Isbani. (Gg)


Madiun - Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Madiun terus berupaya untuk menata obyek wisata unggulan. Bukan hanya obyek wisata saja yang dibenahi, namun potensi peningkatan pendapatan dari para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang mengais rejeki di obyek wisata juga mendapat perhatian serius.
Seperti pavingisasi di jalur keluar masuk obyek wisata Monumen Kresek yang akan dikerjakan mulai tanggal 1 Oktober 2017 ini adalah salah satu bukti perhatian dari Pemerintah Kabupaten Madiun pada para PKL. "Kita buat satu jalur yaitu melintasi tempat PKL berjualan," ungkap Isbani, Kabid Pengembangan Pariwisata, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Madiun. 
Dilanjutkan, dengan adanya pavingisasi satu jalur ini, nantinya pengunjung yang datang tidak langsung masuk melalui pintu utama seperti biasanya, namun akan diarahkan untuk melintas di lokasi tempat PKL berjualan. "Dengan begitu, nantinya para pengunjung akan tertarik untuk mampir mencicipi dagangan dari para PKL tersebut," tegas Isbani.
Dengan semakin ramainya pengunjung pada obyek wisata Monumen Kresek tersebut tentu akan berimbas pada pendapatan dari para PKL. Disini diharapkan, para PKL bisa melayani para pengunjung dengan sebaik mungkin sehingga nantinya akan merekomendasi pada sanak saudara maupun relasinya.
Diketahui, pavingisasi ini nanti dikerjakan bertepatan dengan pelaksanaan Upacara Hari Kesaktian Pancasila. Namun hal itu tidak berpengaruh karena pembangunan bisa dilaksanakan disisi Barat dulu. "Lokasi upacara kan disebelah timur," ujarnya.
Isbani menambahkan, apa yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Madiun ini tidak akan berhasil apabila gaung tentang pengembangan potensi pariwisata selingkar Wilis tidak diketahui oleh masyarakat. "Makanya kita gencar melakukan publikasi terkait dengan pengembangan selingkar Wilis agar masyarakat tahu serta tertarik mendatangi obyek wisata yang kita unggulkan," pungkas Isbani. (Gg)


Baca

Pemkot dan TNI Polri Siap Amankan Perayaan Satu Sura

Madiun Kota - Pengarahan pelaksanaan operasi aman suro 2017 bagi PAMTER PSH Terate  dan Korlap PSH Winongo dilaksanakan di Asrama Haji Kota Madiun. Selasa, (12/9/17). Acara ini dihadiri oleh Walikota Madiun, Komandan Korem 081 Dhirotsaha jaya, Komandan Lanud Iswahjudi, Kepala Bakorwil Jatim, Karo Ops Polda Jatim, Komandan Kodim, Kapolres/Kapolresta sewilayah Korwil V Jatim dan seluruh jajarannya serta perwakilan
Dalam sambutannya, Walikota Madiun, H. Sugeng Rismiyanto mengatakan Kota Madiun merupakan Window Display wilayah Jawa Timur bagian barat. Jadi diharapkan semua elemen saling menjaga sehingga
Satu sisi, Komandan Korem 081 Dhirotsaha jaya, Kolonel Sudharta menghimbau kepada para koordinator bisa mendata peserta sehingga memudahkan pengamanan oleh petugas. "Yang terpenting adalah logistik seperti air, karena cuaca sangat panas," ujarnya.
Komandan Korem menegaskan, para peserta bisa menjaga sikap sehingga tidak menombulkan ketersinggungan yang lain. "Hanya kita dengan hati yang bersih bisa mengamankan acara Suro ini," tegasnya.
Sementara, Herry Sitompul, Karo Ops Polda Jatim menguraikan bahwa keamanan adalah hal yang sangat penting. Apalagi dalam pelaksanaan acara satu Suro atau satu Muharram akan menjadi prioritas utama. "Selain pengamanan acara ini tetap, namun yang perlu kita perhatikan adalah masih ada saudara lita yang tidak terlibat acara ini yang perlu mendapat perlindungan," kata Karo Ops.
Sitegaskan oleh Herry, kehadira. Dari TNI/Polei ini hanya semataata hanya demi ketertiban dan keamanan. Pengalaman tahun lalu, diwilayah Kota Madiun aman, namun dipinggiran masih terjadi perkelahian. "Kita semua saudara dan wajib bagi lita untuk saling menghormati satu dengan yang laim," tegasnya.
Acara pengarahan pelaksanaan operasi aman suro 2017 ini ditutup dengan oleh Ketua Paguyuban Pergiruan Pencak Silat Madiun mengucapkan terima kasih pada petugas keamanan yang sudah bekerja keras agar nanti pelaksanaan pengamanan kegiatam Satu Sura berjalan dengan aman.
Dilanjutkan, pencak silat merupakan warisan budaya bangsa I donesia yang luhur yang mendidik henerasi bangsa ini agar tidak kehilangan jati dirinya "Mudah-mudahan, pencak silat ini menjadi kebanggaan bangsa Indonesia," ujarmya.
Pihaknya bersama 11 Ketua Perguruan Pencak Silat yang ada di Madiun sepakat untuk menaati peraturan yang sudah disepakati bersama. (Gg)
Madiun Kota - Pengarahan pelaksanaan operasi aman suro 2017 bagi PAMTER PSH Terate  dan Korlap PSH Winongo dilaksanakan di Asrama Haji Kota Madiun. Selasa, (12/9/17). Acara ini dihadiri oleh Walikota Madiun, Komandan Korem 081 Dhirotsaha jaya, Komandan Lanud Iswahjudi, Kepala Bakorwil Jatim, Karo Ops Polda Jatim, Komandan Kodim, Kapolres/Kapolresta sewilayah Korwil V Jatim dan seluruh jajarannya serta perwakilan
Dalam sambutannya, Walikota Madiun, H. Sugeng Rismiyanto mengatakan Kota Madiun merupakan Window Display wilayah Jawa Timur bagian barat. Jadi diharapkan semua elemen saling menjaga sehingga
Satu sisi, Komandan Korem 081 Dhirotsaha jaya, Kolonel Sudharta menghimbau kepada para koordinator bisa mendata peserta sehingga memudahkan pengamanan oleh petugas. "Yang terpenting adalah logistik seperti air, karena cuaca sangat panas," ujarnya.
Komandan Korem menegaskan, para peserta bisa menjaga sikap sehingga tidak menombulkan ketersinggungan yang lain. "Hanya kita dengan hati yang bersih bisa mengamankan acara Suro ini," tegasnya.
Sementara, Herry Sitompul, Karo Ops Polda Jatim menguraikan bahwa keamanan adalah hal yang sangat penting. Apalagi dalam pelaksanaan acara satu Suro atau satu Muharram akan menjadi prioritas utama. "Selain pengamanan acara ini tetap, namun yang perlu kita perhatikan adalah masih ada saudara lita yang tidak terlibat acara ini yang perlu mendapat perlindungan," kata Karo Ops.
Sitegaskan oleh Herry, kehadira. Dari TNI/Polei ini hanya semataata hanya demi ketertiban dan keamanan. Pengalaman tahun lalu, diwilayah Kota Madiun aman, namun dipinggiran masih terjadi perkelahian. "Kita semua saudara dan wajib bagi lita untuk saling menghormati satu dengan yang laim," tegasnya.
Acara pengarahan pelaksanaan operasi aman suro 2017 ini ditutup dengan oleh Ketua Paguyuban Pergiruan Pencak Silat Madiun mengucapkan terima kasih pada petugas keamanan yang sudah bekerja keras agar nanti pelaksanaan pengamanan kegiatam Satu Sura berjalan dengan aman.
Dilanjutkan, pencak silat merupakan warisan budaya bangsa I donesia yang luhur yang mendidik henerasi bangsa ini agar tidak kehilangan jati dirinya "Mudah-mudahan, pencak silat ini menjadi kebanggaan bangsa Indonesia," ujarmya.
Pihaknya bersama 11 Ketua Perguruan Pencak Silat yang ada di Madiun sepakat untuk menaati peraturan yang sudah disepakati bersama. (Gg)
Baca

Dispendukcapil Kabupaten Madiun Laksanakan Sosialisasi Pelayanan Terpadu Agar Tertib Administrasi Kependudukan

Madiun – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Madiun melaksanakan sosialisasi pelayanan terpadu sidang Istbat Nikah dan penertiban akta-akta pencatatan sipil bekerjasama dengan Pengadilan Agama, Pengadilan Negeri dan Kementerian Agama Kabupaten Madiun. Ini dilakukan karena terdapat satu fenomena dalam masyarakat, yaitu masih banyak perkawinan yang tidak tercatat sehingga berakibat tidak dapat diterbitkannya akta kelahiran bagi anak yang lahir dari satu perkawinan yang orang tuanya tidak mempunyai akta perkawinan.
Istilah Pelayanan Terpadu karena setelah dilakukan sidang Itsbat Nikah oleh Hakim Tunggal, selanjutnya penetapan tersebut langsung mempunyai kekuatan hukum tetap dan data tersebut terakses secara online ke Kemenag (dalam hal ini KUA) untuk dibuatkan Buku Kutipan Akta Nikah, kemudian dari KUA terakses secara online ke Disdukcapil untuk dibuatkan Kartu Keluarga dan Akta Kelahiran bagi pasangan yang telah mempunyai anak.
Dasar hukum dilaksanakannya Istbat Nikah tersebut yang antara lain menyebutkan Undang-undang nomor 24 tahun 2013 tentang Perubahan atas Undang-undang nomor 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pelayanan Terpadu Sidang Keliling Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama/Mahkamah Syariah Dalam Rangka Penerbitan Akta Perkawinan, Buku Nikah dan Akta Kelahiran
Tujuan dari sosialisasi ini adalah agar masyarakat tahu dengan adanya program yang diluncurkan oleh Dinas Dispendukcapil Kabupaten Madiun pelaksanaan Pelayanan Terpadu Itsbat Nikah bertujuan untuk mewujudkan tertib administrasi kependudukan guna memberikan perlindungan dan pengakuan terhadap penentuan status pribagi dan status hukum atas setiap peristiwa kependudukan dan peristiwa penting yang dialami oleh penduduk.
“Nanti akan ada 3 poin yang akan dilayani di sidang pelayanan terpadu yaitu sidang istbat nikah yaitu pengesahan dan asal usul anak dan sidang perubahan nama. Kegiatan ini sesuai dengan amanah Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pelayanan Terpadu Sidang keliling Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama/Mahkamah Syairah Dalam Rangka Penerbitan Akta Perkawinan, buku nikah dan Akta Kelahiran,” ungkap Ahmad Sofingi, Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil, Dispendukcapil Kabupaten Madiun. Selasa (8/8/17)
Tercatat di Dispendukcapil Kabupaten Madiun, akta yang tercatat anak seorang ibu sekitar sepuluh ribu. Dari data di Dispendukcapil Kabupaten Madiun, diperkirakan sekitar empat ribu yang bisa ditangani. Sedangkan sisanya banyak persoalan yang tidak bisa ditangani lewat sidang. "Akta kelahiran anak seorang ibu yang dimaksud adalah sewaktu pendaftaran tidak dilengkapi buku nikah atau orang tuanya hanya nikah siri. Yang tidak bisa dilayani melalui sidang terpadu bisa dilayani melalui reguler di Pengadilan Agama.," lanjutnya.
Nantinya petugas sosialisasi atau petugas registrasi desa diharapkan bisa menyampaikan kepada masyarakat di desanya terkait dengan adanya program pelayanan terpadu ini. "Nanti diperkirakan sekitar tangga 25-29 September 2017 ini. Jadi masih ada waktu bagi masyarakat untuk mendaftar di desa masing-masing. Mumpung masih ada waktu," tegasnya.

Ditegaskan lagi, nanti pelaksanaan sidang ini dipusat di kantor Dispendukcapil Kabupaten Madiun. "Saat ini kita masih sosialisasi, Untuk pelaksanaan menunggu informasi lebih lanjut," pungkas Ahmad Sofingi (Gg)
Madiun – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Madiun melaksanakan sosialisasi pelayanan terpadu sidang Istbat Nikah dan penertiban akta-akta pencatatan sipil bekerjasama dengan Pengadilan Agama, Pengadilan Negeri dan Kementerian Agama Kabupaten Madiun. Ini dilakukan karena terdapat satu fenomena dalam masyarakat, yaitu masih banyak perkawinan yang tidak tercatat sehingga berakibat tidak dapat diterbitkannya akta kelahiran bagi anak yang lahir dari satu perkawinan yang orang tuanya tidak mempunyai akta perkawinan.
Istilah Pelayanan Terpadu karena setelah dilakukan sidang Itsbat Nikah oleh Hakim Tunggal, selanjutnya penetapan tersebut langsung mempunyai kekuatan hukum tetap dan data tersebut terakses secara online ke Kemenag (dalam hal ini KUA) untuk dibuatkan Buku Kutipan Akta Nikah, kemudian dari KUA terakses secara online ke Disdukcapil untuk dibuatkan Kartu Keluarga dan Akta Kelahiran bagi pasangan yang telah mempunyai anak.
Dasar hukum dilaksanakannya Istbat Nikah tersebut yang antara lain menyebutkan Undang-undang nomor 24 tahun 2013 tentang Perubahan atas Undang-undang nomor 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pelayanan Terpadu Sidang Keliling Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama/Mahkamah Syariah Dalam Rangka Penerbitan Akta Perkawinan, Buku Nikah dan Akta Kelahiran
Tujuan dari sosialisasi ini adalah agar masyarakat tahu dengan adanya program yang diluncurkan oleh Dinas Dispendukcapil Kabupaten Madiun pelaksanaan Pelayanan Terpadu Itsbat Nikah bertujuan untuk mewujudkan tertib administrasi kependudukan guna memberikan perlindungan dan pengakuan terhadap penentuan status pribagi dan status hukum atas setiap peristiwa kependudukan dan peristiwa penting yang dialami oleh penduduk.
“Nanti akan ada 3 poin yang akan dilayani di sidang pelayanan terpadu yaitu sidang istbat nikah yaitu pengesahan dan asal usul anak dan sidang perubahan nama. Kegiatan ini sesuai dengan amanah Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pelayanan Terpadu Sidang keliling Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama/Mahkamah Syairah Dalam Rangka Penerbitan Akta Perkawinan, buku nikah dan Akta Kelahiran,” ungkap Ahmad Sofingi, Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil, Dispendukcapil Kabupaten Madiun. Selasa (8/8/17)
Tercatat di Dispendukcapil Kabupaten Madiun, akta yang tercatat anak seorang ibu sekitar sepuluh ribu. Dari data di Dispendukcapil Kabupaten Madiun, diperkirakan sekitar empat ribu yang bisa ditangani. Sedangkan sisanya banyak persoalan yang tidak bisa ditangani lewat sidang. "Akta kelahiran anak seorang ibu yang dimaksud adalah sewaktu pendaftaran tidak dilengkapi buku nikah atau orang tuanya hanya nikah siri. Yang tidak bisa dilayani melalui sidang terpadu bisa dilayani melalui reguler di Pengadilan Agama.," lanjutnya.
Nantinya petugas sosialisasi atau petugas registrasi desa diharapkan bisa menyampaikan kepada masyarakat di desanya terkait dengan adanya program pelayanan terpadu ini. "Nanti diperkirakan sekitar tangga 25-29 September 2017 ini. Jadi masih ada waktu bagi masyarakat untuk mendaftar di desa masing-masing. Mumpung masih ada waktu," tegasnya.

Ditegaskan lagi, nanti pelaksanaan sidang ini dipusat di kantor Dispendukcapil Kabupaten Madiun. "Saat ini kita masih sosialisasi, Untuk pelaksanaan menunggu informasi lebih lanjut," pungkas Ahmad Sofingi (Gg)
Baca

Hindari Kemacetan dan Kecelakaan, Pemkot Madiun Sediakan Armada Bus Balik Gratis Bagi Masyarakat

Madiun Kota - Tradisi mudik setiap hari Raya Idul Fitri dsri tahun ke tahun semakin semarak. Namun dengan meningkatkan beban hidup yang disandang, masyarakat memilih mudik ke kpung halaman maupun balik lagi ketempat kerja dengan menggunakan kendaraan roda dua. Fenomena balik kerja yang dilakukan oleh masyarakat dengan menggunakan sepeda motor ini sangat rawan kemacetan dan kecelakaan. 
Melihat fenomena seperti ini, Pemerintah Kota Madiun bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyediakan angkutan gratis bagi masyarakat yang akan balik ketempat kerja.
Ditemui usai pemberangkatan balik gratis, Wakil Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto menjelaskan bahwa untuk tahun 2017 ini, Pemerintah Kota Madiun menyediakan 9 armada bus untuk masyarakat yang akan balik ketempat kerja. "Kita sediakan 9 armada bus yang bisa menampung sekitar 531 penumpang dengan tujuan Surabaya," ungkapnya, Minggu (2/7/17).
Pelaksanaan balik gratis ini selain untuk mrmberi kenyamanan pada masyarakat. Juga untuk penyerapan APBD Kota Madiun. Agar masyarakat nyaman ssmpai tempat tujuan, Pemerintah Kota Madiun memberikan pengawalan pada 9 bus. "Satu bus dikawal oleh 1 petugas Dishub Kota Madiun," lanjutnya.
Diharapkan, dengan disediakannya angkutan balik gratis ini maka Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Madiun 
Bisa menekan angka kecelakaan dijalan raya. "Ini merupakan upaya pemerintah untuk menekan angka kecelakaan ke Zero Accident, Semoga, bisa dilaksanakan ditahun mendatang," pungkas Sugeng Rismiyanto. (Gg)
Madiun Kota - Tradisi mudik setiap hari Raya Idul Fitri dsri tahun ke tahun semakin semarak. Namun dengan meningkatkan beban hidup yang disandang, masyarakat memilih mudik ke kpung halaman maupun balik lagi ketempat kerja dengan menggunakan kendaraan roda dua. Fenomena balik kerja yang dilakukan oleh masyarakat dengan menggunakan sepeda motor ini sangat rawan kemacetan dan kecelakaan. 
Melihat fenomena seperti ini, Pemerintah Kota Madiun bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyediakan angkutan gratis bagi masyarakat yang akan balik ketempat kerja.
Ditemui usai pemberangkatan balik gratis, Wakil Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto menjelaskan bahwa untuk tahun 2017 ini, Pemerintah Kota Madiun menyediakan 9 armada bus untuk masyarakat yang akan balik ketempat kerja. "Kita sediakan 9 armada bus yang bisa menampung sekitar 531 penumpang dengan tujuan Surabaya," ungkapnya, Minggu (2/7/17).
Pelaksanaan balik gratis ini selain untuk mrmberi kenyamanan pada masyarakat. Juga untuk penyerapan APBD Kota Madiun. Agar masyarakat nyaman ssmpai tempat tujuan, Pemerintah Kota Madiun memberikan pengawalan pada 9 bus. "Satu bus dikawal oleh 1 petugas Dishub Kota Madiun," lanjutnya.
Diharapkan, dengan disediakannya angkutan balik gratis ini maka Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Madiun 
Bisa menekan angka kecelakaan dijalan raya. "Ini merupakan upaya pemerintah untuk menekan angka kecelakaan ke Zero Accident, Semoga, bisa dilaksanakan ditahun mendatang," pungkas Sugeng Rismiyanto. (Gg)
Baca

Ratusan Peserta Pemula dan Lanjutan Antusias Ikuti Pelatihan Keterampilan Batik Pewarnaan Sintetis dan Alami

Madiun - Pembinaan dan Pelatihan Keterampilan Kerja Bagi Tenaga Kerja dan Masyarakat (Pelatihan Keterampilan Batik Pewarnaan Sintetis dan Alami) yang digelar oleh Bidang Industri, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Madiun Tahun 2017 diikuti oleh 100 orang tingkat Pemula dan Lanjutan. 
Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 24-26/7/17 ini digunakan untuk memberikan Pelatihan batik terkait masalah pewarnaan alam dan sintetis dengan narasumber Lukman, dari Griya Batik Mas Pekalongan.
Saat ditemui, Bambang Sudjiono, Kabid Perindustrian mengatakan peserta harus mempu menyerap apa yang disampaikan oleh narasumber sehingga bisa meningkatkan inovasi maupun kreatifitasnya agar usaha batik yang ditekuni bisa berkembang. "Setelah sesi pembukaan ini nanti ada pemaparan, kesaksian dan praktik langsung," ungkap Bambang Sudjiono.
Setelah pelatihan ini nanti akan ada tindaklanjut yaitu studi banding ke Pekalongan. "Kita berharap rangkaian kegiatan ini bisa menambah keterampilan maupun usaha batik di Kabupaten Madiun," tegasnya.
Di Kabupaten Madiun, ada beberapa setra Pengrajin batik seperti Kecamatan Dagangan, Kebonsari, Wungu, Balerejo, Madiun, Dolopo, Sawahan, dan Kecamatan Pilangkenceng. "Semua kita undang, agar kita memantau sejauh mana perkembangan mereka pasca pelatihan ini," kata Bambang Sudjiono.
Sementara, Anang Sulistijono, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun mengatakan di Kabupaten Madiun sudah ada beberapa desain batik yang dikenalkan oleh beberapa masyarakat, namun saat ini Kabupaten Madiun belum punya batik khas.
Saat ini ada beberapa batik seperti batik Demung, Jati Sinawur maupun yang lain tapi belum pernah dipatenkan. Batik hasil karya ini semua dicetak di Solo. Bahkan batik Porang hasil karya masyarakat Kabupaten Madiun malah dipatenkan oleh Jogjakarta. "Tapi nggak masalah, kalau jogja daun Porangnya besar, kita buat lagi yang kcil," ungkapnya.
Berangkat dari ini, Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun mengadakan pelatihan dan peningkatan keterampilan sehingga pelaku ini bisa membuat rumusan batik khas Kabupaten Madiun. "Beberapa waktu lalu ada 5 corak batik yang bisa dijadikan rujukan pemenang seperti corak Porang dan Kayu Jati," terang Anang Sulistijono.
Lebih lanjut dijelaskan, hasil karya dari pengerajin batik akan dipasarkan melalui dinas-dinas yang ada di Kabupaten Madiun. "Setelah ini nanti akan kita buat ditelaah staf sebagai bahan rujukan dari Bupati, maka setelah disetujui maka para pengerajin batik bisa memproduksinya," lanjutnya
Setelah pelatihan terus dilanjutkan dengan studi banding, para pengerajin batik bisa berkoordinasi dengan dinas terkait agar terjadi kesinambungan. "Subtansi pemikiran pimpinan adalah kita hanya bisa memberikan pelatihan, terkait masalah modal itu tergantung kreatifitas masing-masing," lanjutnya.
 Diharapkan, alumni pelatihan keterampilan batik ini bisa memberikan masukan pada Bupati Madiun agar bisa dievaluasi sehingga bisa memberikan hasil yang positif. "Diharapkan, para peserta pelatihan ini bisa aktif bertanya maupun menyerap apa yang disampaikan oleh narasumber sehingga hasilnya nanti bisa maksimal," pungkas Anang Sulistijono.
Saat memberikan pemaparan, Lukman dari Griya Batik Mas Pekalongan menjelaskan, pewarnaan alam dan desain akan ditegaskan. "Baju yang saya pakai ini adalah memakai perwarna alam dari daun mangga. Namun warna alam tidak kaya warna cuma ramah lingkungan," ujarnya.

Melihat potensi yang ada di Kabupaten Madiun, ini adalah peserta terbesar yang pernah saya datangi. "Semua ilmu membatik akan saya tularkan, saya berharap pengerajin batik Kabupaten Madiun bisa lebih maju bidang batiknya," pungkas Lukman. (Gg)
Madiun - Pembinaan dan Pelatihan Keterampilan Kerja Bagi Tenaga Kerja dan Masyarakat (Pelatihan Keterampilan Batik Pewarnaan Sintetis dan Alami) yang digelar oleh Bidang Industri, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Madiun Tahun 2017 diikuti oleh 100 orang tingkat Pemula dan Lanjutan. 
Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 24-26/7/17 ini digunakan untuk memberikan Pelatihan batik terkait masalah pewarnaan alam dan sintetis dengan narasumber Lukman, dari Griya Batik Mas Pekalongan.
Saat ditemui, Bambang Sudjiono, Kabid Perindustrian mengatakan peserta harus mempu menyerap apa yang disampaikan oleh narasumber sehingga bisa meningkatkan inovasi maupun kreatifitasnya agar usaha batik yang ditekuni bisa berkembang. "Setelah sesi pembukaan ini nanti ada pemaparan, kesaksian dan praktik langsung," ungkap Bambang Sudjiono.
Setelah pelatihan ini nanti akan ada tindaklanjut yaitu studi banding ke Pekalongan. "Kita berharap rangkaian kegiatan ini bisa menambah keterampilan maupun usaha batik di Kabupaten Madiun," tegasnya.
Di Kabupaten Madiun, ada beberapa setra Pengrajin batik seperti Kecamatan Dagangan, Kebonsari, Wungu, Balerejo, Madiun, Dolopo, Sawahan, dan Kecamatan Pilangkenceng. "Semua kita undang, agar kita memantau sejauh mana perkembangan mereka pasca pelatihan ini," kata Bambang Sudjiono.
Sementara, Anang Sulistijono, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun mengatakan di Kabupaten Madiun sudah ada beberapa desain batik yang dikenalkan oleh beberapa masyarakat, namun saat ini Kabupaten Madiun belum punya batik khas.
Saat ini ada beberapa batik seperti batik Demung, Jati Sinawur maupun yang lain tapi belum pernah dipatenkan. Batik hasil karya ini semua dicetak di Solo. Bahkan batik Porang hasil karya masyarakat Kabupaten Madiun malah dipatenkan oleh Jogjakarta. "Tapi nggak masalah, kalau jogja daun Porangnya besar, kita buat lagi yang kcil," ungkapnya.
Berangkat dari ini, Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun mengadakan pelatihan dan peningkatan keterampilan sehingga pelaku ini bisa membuat rumusan batik khas Kabupaten Madiun. "Beberapa waktu lalu ada 5 corak batik yang bisa dijadikan rujukan pemenang seperti corak Porang dan Kayu Jati," terang Anang Sulistijono.
Lebih lanjut dijelaskan, hasil karya dari pengerajin batik akan dipasarkan melalui dinas-dinas yang ada di Kabupaten Madiun. "Setelah ini nanti akan kita buat ditelaah staf sebagai bahan rujukan dari Bupati, maka setelah disetujui maka para pengerajin batik bisa memproduksinya," lanjutnya
Setelah pelatihan terus dilanjutkan dengan studi banding, para pengerajin batik bisa berkoordinasi dengan dinas terkait agar terjadi kesinambungan. "Subtansi pemikiran pimpinan adalah kita hanya bisa memberikan pelatihan, terkait masalah modal itu tergantung kreatifitas masing-masing," lanjutnya.
 Diharapkan, alumni pelatihan keterampilan batik ini bisa memberikan masukan pada Bupati Madiun agar bisa dievaluasi sehingga bisa memberikan hasil yang positif. "Diharapkan, para peserta pelatihan ini bisa aktif bertanya maupun menyerap apa yang disampaikan oleh narasumber sehingga hasilnya nanti bisa maksimal," pungkas Anang Sulistijono.
Saat memberikan pemaparan, Lukman dari Griya Batik Mas Pekalongan menjelaskan, pewarnaan alam dan desain akan ditegaskan. "Baju yang saya pakai ini adalah memakai perwarna alam dari daun mangga. Namun warna alam tidak kaya warna cuma ramah lingkungan," ujarnya.

Melihat potensi yang ada di Kabupaten Madiun, ini adalah peserta terbesar yang pernah saya datangi. "Semua ilmu membatik akan saya tularkan, saya berharap pengerajin batik Kabupaten Madiun bisa lebih maju bidang batiknya," pungkas Lukman. (Gg)
Baca

Lomba Gebyar Gapoktan Untuk Mencari Produk Unggulan Khas Kabupaten Madiun

Madiun - Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Madiun ke 449 Tahun 2017, Pemerintah Kabupaten Madiun mengadakan Kegiatan Sepasar Ing Madiun (Sepasma). Dalam rangkaian Sepasma tersebut, Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun mengadakan kegiatan Gebyar Gapoktan untuk produk unggulan dan produk olahan selama 2 hari mulai tanggal 24-25/7/17. Lomba Gebyar Gapoktan ini dibuka langsung oleh Ibu Wakil Bupati Madiun.
Saat dikonfirmasi, Edy Sayoko, Kabid Penyuluhan, Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun mengatakan bahwa lomba gebyar gapoktan ini diikuti oleh 15 kecamatan. Ada 2 kriteria yang dilombakan yaitu untuk produk unggulan dan produk olahan. "Kriteria produk unggulan yaitu mulai dari proses produksi, mutu produk, aspek komersial, aspek estetika atau penataan stand," ungkapnya pada Media Radar Indonesia, Senin (24/7/17).
Lebih lanjut dikatakan, dari keempat kriteria ini harus bisa memenuhi unsur tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, perikanan dan peternakan. "Juri produk unggulan dari unsur Bappeda, Dinas Ketahanan Pangan, unsur Gapoktan, LSM dan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM," lanjutnya.
Lomba Gebyar Gapoktan ini bertujuan untuk mengetahui potensi wilayah yang di Kabupaten Madiun khususnya disektor pertanian. Ditegaskan, ini merupakan program untuk mendukung swasembada pangan. "Pangan tercukupi, maka masyarakat akan tenang," tegasnya.
Selain itu, kegiatan ini juga untuk menumbuh kembangkan bidang usaha agribisnis bagi gapoktan di 15 kecamatan. Jika dalam lomba gebyar gapoktan ini ada produk unggulan yang keluar menjadi juara, maka akan diikutkan lomba ditingkat Propinsi maupun Nasional.
Sementara, M. Najib, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun menjelaskan gebyar gapoktan ini hanya sebagai sarana untuk memancing kreativitas masyarakat agar bisa membikin produk unggulan didaerah masing-masing. "Contohnya dahulu ada produk unggulan seperti Kopi Kandangan dan Kopi Luwak di daerah Blimbing, namun sempat tenggelam," ujar M. Najib.
Makanya, agar produk-produk unggulan tersebut bisa muncul lagi, diperlukan sarana seperti lomba gebyar gapoktan. Namun tidak dipungkiri, bukan hanya sarana saja yang dibutuhkan, tapi juga diperlukan pembinaan secara intensif dari dinas terkait. "Kita akan selalu melakukan pembinaan secara intensif di tataran gapoktan se Kabupaten Madiun," tegasnya
Dengan begini diharapkan, dalam waktu dekat banyak produk-produk unggulan yang muncul dari berbagai daerah di Kabupaten Madiun yang bisa dijadikan ciri khas yang bisa dibanggakan. "Kita berusaha kearah tersebut," pungkas Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun. 
Diketahui, juara lomba pameran produk-produk unggulan PPL yaitu Nasi Pecel Juara 1 diraih oleh Kecamatan Gemarang, Juara 2 diraih oleh Pilangkenceng dan juara 3 diraih oleh Kecamatan Mejayan. Sedangkan Kreasi pengembangan resep diraih oleh Kecamatan Kare. Penghargaan cita rasa diraih oleh Kecamatan Balerejo, Penampilan dan penyajian menu disabet oleh Kecamatan Wungu.

 Sementara, Lomba produk unggulan untuk Juara 1 diraih oleh Kecamatan Kare. Juara 2 diraih Kecamatan Geger dan juara 3 diraih oleh Kecamatan Mejayan. Sedangkan juara Harapan 1 diambil oleh Kecamatan Wonoasri, juara Harapan 2 oleh Kecamatan Dagangan dan juara Harapan 3 oleh Kecamatan Saradan. (Gg)
Madiun - Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Madiun ke 449 Tahun 2017, Pemerintah Kabupaten Madiun mengadakan Kegiatan Sepasar Ing Madiun (Sepasma). Dalam rangkaian Sepasma tersebut, Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun mengadakan kegiatan Gebyar Gapoktan untuk produk unggulan dan produk olahan selama 2 hari mulai tanggal 24-25/7/17. Lomba Gebyar Gapoktan ini dibuka langsung oleh Ibu Wakil Bupati Madiun.
Saat dikonfirmasi, Edy Sayoko, Kabid Penyuluhan, Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun mengatakan bahwa lomba gebyar gapoktan ini diikuti oleh 15 kecamatan. Ada 2 kriteria yang dilombakan yaitu untuk produk unggulan dan produk olahan. "Kriteria produk unggulan yaitu mulai dari proses produksi, mutu produk, aspek komersial, aspek estetika atau penataan stand," ungkapnya pada Media Radar Indonesia, Senin (24/7/17).
Lebih lanjut dikatakan, dari keempat kriteria ini harus bisa memenuhi unsur tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, perikanan dan peternakan. "Juri produk unggulan dari unsur Bappeda, Dinas Ketahanan Pangan, unsur Gapoktan, LSM dan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM," lanjutnya.
Lomba Gebyar Gapoktan ini bertujuan untuk mengetahui potensi wilayah yang di Kabupaten Madiun khususnya disektor pertanian. Ditegaskan, ini merupakan program untuk mendukung swasembada pangan. "Pangan tercukupi, maka masyarakat akan tenang," tegasnya.
Selain itu, kegiatan ini juga untuk menumbuh kembangkan bidang usaha agribisnis bagi gapoktan di 15 kecamatan. Jika dalam lomba gebyar gapoktan ini ada produk unggulan yang keluar menjadi juara, maka akan diikutkan lomba ditingkat Propinsi maupun Nasional.
Sementara, M. Najib, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun menjelaskan gebyar gapoktan ini hanya sebagai sarana untuk memancing kreativitas masyarakat agar bisa membikin produk unggulan didaerah masing-masing. "Contohnya dahulu ada produk unggulan seperti Kopi Kandangan dan Kopi Luwak di daerah Blimbing, namun sempat tenggelam," ujar M. Najib.
Makanya, agar produk-produk unggulan tersebut bisa muncul lagi, diperlukan sarana seperti lomba gebyar gapoktan. Namun tidak dipungkiri, bukan hanya sarana saja yang dibutuhkan, tapi juga diperlukan pembinaan secara intensif dari dinas terkait. "Kita akan selalu melakukan pembinaan secara intensif di tataran gapoktan se Kabupaten Madiun," tegasnya
Dengan begini diharapkan, dalam waktu dekat banyak produk-produk unggulan yang muncul dari berbagai daerah di Kabupaten Madiun yang bisa dijadikan ciri khas yang bisa dibanggakan. "Kita berusaha kearah tersebut," pungkas Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun. 
Diketahui, juara lomba pameran produk-produk unggulan PPL yaitu Nasi Pecel Juara 1 diraih oleh Kecamatan Gemarang, Juara 2 diraih oleh Pilangkenceng dan juara 3 diraih oleh Kecamatan Mejayan. Sedangkan Kreasi pengembangan resep diraih oleh Kecamatan Kare. Penghargaan cita rasa diraih oleh Kecamatan Balerejo, Penampilan dan penyajian menu disabet oleh Kecamatan Wungu.

 Sementara, Lomba produk unggulan untuk Juara 1 diraih oleh Kecamatan Kare. Juara 2 diraih Kecamatan Geger dan juara 3 diraih oleh Kecamatan Mejayan. Sedangkan juara Harapan 1 diambil oleh Kecamatan Wonoasri, juara Harapan 2 oleh Kecamatan Dagangan dan juara Harapan 3 oleh Kecamatan Saradan. (Gg)
Baca

Selain Tingkatkan Pendapatan, Pameran Produk Unggulan Sebagai Ajang Promosi Ketingkat Yang Lebih Tinggi

Madiun – Pameran produk unggulan yang di laksanakan oleh Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun di kegiatan Sepasar Ing Madiun (Spasma) dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Madiun yang ke 449  dengan tujuan untuk mempromosikan produk-produk unggulan dan produk ekonomi kreatif masyarakat kab. Madiun berjalan dengan sukses. Pameran yang dilaksanakan selama 5 hari ini diikuti oleh sekitar 40 UKM mulai dari produk unggulan makanan, batik dan lain sebagainya.
Saat ditemui, Agus Suyudi, Kabid Perdagangan, Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro mengatakan bahwa pameran produk unggulan ini selain dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Madiun yang ke 449 tahun 2017, juga  menjadi salah satu upaya dari Pemerintah Kabupaten Madiun dalam hal ini Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro untuk turut serta meningkatkan taraf hidup dari para pelaku usaha yang ada di Kabupaten Madiun.
“Melalui pameran produk unggulan ini, masyarakat khususnya di Kabupaten Madiun dapat mempromosikan usahanya sehingga bisa dikenal lebih luas,” ungkap Agus Suyudi
Bukan hanya itu saja, melalui pameran produk unggulan, Pemerintah Kabupaten Madiun juga mencari produk-produk yang bisa dijadikan ikon atau ciri khas sehingga apabila ada wisatawan yang singgah di Kabupaten Madiun bisa disuguhi makanan khas dari Kabupaten Madiun.
“kita berharap produk unggulan dari Kabupaten Madiun bisa dikenal di Masyarakat, selain itu melalui pameran produk unggulan ini juga bisa meningkatkan pendapatan dari pelaku usaha,” lanjutnya.
Ditambahkan, melalui pameran produk unggulan ini, maka hasilnya dapat dipromosikan ke tingkat yang lebih tinggi. “Agar bisa merangsang pelaku usaha untuk lebih kreatif, maka hasil produk unggulan ini akan kita ikutkan pameran ketingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya. (Gg)
Madiun – Pameran produk unggulan yang di laksanakan oleh Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun di kegiatan Sepasar Ing Madiun (Spasma) dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Madiun yang ke 449  dengan tujuan untuk mempromosikan produk-produk unggulan dan produk ekonomi kreatif masyarakat kab. Madiun berjalan dengan sukses. Pameran yang dilaksanakan selama 5 hari ini diikuti oleh sekitar 40 UKM mulai dari produk unggulan makanan, batik dan lain sebagainya.
Saat ditemui, Agus Suyudi, Kabid Perdagangan, Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro mengatakan bahwa pameran produk unggulan ini selain dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Madiun yang ke 449 tahun 2017, juga  menjadi salah satu upaya dari Pemerintah Kabupaten Madiun dalam hal ini Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro untuk turut serta meningkatkan taraf hidup dari para pelaku usaha yang ada di Kabupaten Madiun.
“Melalui pameran produk unggulan ini, masyarakat khususnya di Kabupaten Madiun dapat mempromosikan usahanya sehingga bisa dikenal lebih luas,” ungkap Agus Suyudi
Bukan hanya itu saja, melalui pameran produk unggulan, Pemerintah Kabupaten Madiun juga mencari produk-produk yang bisa dijadikan ikon atau ciri khas sehingga apabila ada wisatawan yang singgah di Kabupaten Madiun bisa disuguhi makanan khas dari Kabupaten Madiun.
“kita berharap produk unggulan dari Kabupaten Madiun bisa dikenal di Masyarakat, selain itu melalui pameran produk unggulan ini juga bisa meningkatkan pendapatan dari pelaku usaha,” lanjutnya.
Ditambahkan, melalui pameran produk unggulan ini, maka hasilnya dapat dipromosikan ke tingkat yang lebih tinggi. “Agar bisa merangsang pelaku usaha untuk lebih kreatif, maka hasil produk unggulan ini akan kita ikutkan pameran ketingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya. (Gg)
Baca

Pemkab Madiun Gelar Pasar Murah Untuk Warga Kurang Mampu



Madiun – Dalam rangka menyongsong Hari Raya Idul Fitri 1438 H dan Hari Jadi Kabupaten Madiun yang ke  449 Tahun 2017, Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar Pasar Murah untuk membantu meringankan beban hidup masyarakat. dilapangan Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Madiun juga menyelenggarakan Pasar Murah di Desa Randu Alas, Kecamatan Kare dan di Halaman Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Madiun.
Kegiatan yang sudah menjadi agenda rutin tahunan ini dibuka langsung oleh Bupati Madiun, H. Muhtarom, dan dihadiri oleh Anggota Forkopimda, Sekda, Staf Ahli, Asisten Sekda, Kepala Instansi Vertikal, Pimpinan BUMN/BUMD, Kepala OPD, Ketua TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Madiun, Camat.
Bupati Madiun H. Muhtarom, menjelaskan, bahwa Pasar Murah yang digelar pada hari ini adalah merupakan agenda rutin Pemkab. Madiun setiap menjelang datangnya Hari Raya Idul Fitri. Pasar murah ini disediakan hanya untuk warga masyarakat Kab. Madiun yang kurang mampu atau belum beruntung.
Untuk itu teknis penjualannya menggunakan sistem kupon. Dengan demikian para pembeli diharap antri, tidak berdesakan karena semua yang sudah memegang kupon akan kebagihan. Semua komuditas yang disediakan pemerintah yaitu Gula Pasir, Minyak Goreng Kemasan dan Beras harganya disubsidi rata-rata 30 % dari harga pasar. Untuk itu Bupati Madiun berharap agar semua komuditas terjual di pasar murah ini tepat sasaran yaitu warga kurang mampu.
“Ada tiga komoditas yang dijual dipasar murah ini, selain itu juga ada bahan makanan dan minuman lain yang menjadi produk UMKM Kabupaten Madiun,” ujarnya.
Perlu diketahui, bahwa pasar murah yang digelar kali ini menyediakan bahan Sembako berupa 7.000 kg Gula Pasir, 1500 sak @ 5 kg, dan Minyak Goreng kemasan sebanyak 7.000 liter. Harga untuk gula pasir dijual Rp.9.000,-/Kgsedangkan harga pasaran mencapai Rp.12.500,-, minyak goreng kemasan dijual Rp.9.000,- harga pasaran Rp.13.000,-.Sedangkan Beras dijual Rp.5.000,-/Kg sedangkan harga dipasaran Rp.8.500,-/Kg.
            Selain komoditas tersebut diatas, panitia juga menjual kebutuhan yang lain seperti, mie instan Indomie Goreng 5 bungkus dijual Rp.7.500,-,  Sirup ABC dijual Rp.12.000,-/botol, telor ayam dijual Rp.17.000,-/Kg, Cabe Rawit Merah dijual Rp.30.000,-/Kg, Bawang Putih dijual 32.000,-/Kg, Bawang Merah 19.000,-/Kg, dan kue lebaran/roti dll,  dan yang tidak kalah ramainya dan diserbu warga adalah pakaian pantas pakai yang dijual dengan harga Rp.2.000,- s.d Rp.3.000,-
“Pasar murah ini memang tidak merepresetasikan seluruh wilayah di Kabupaten Madiun namun nantinya akan dilaksanakan secara bergilir setiap tahunnya,” pungkas Bupati Madiun. (Gg)



Madiun – Dalam rangka menyongsong Hari Raya Idul Fitri 1438 H dan Hari Jadi Kabupaten Madiun yang ke  449 Tahun 2017, Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar Pasar Murah untuk membantu meringankan beban hidup masyarakat. dilapangan Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Madiun juga menyelenggarakan Pasar Murah di Desa Randu Alas, Kecamatan Kare dan di Halaman Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Madiun.
Kegiatan yang sudah menjadi agenda rutin tahunan ini dibuka langsung oleh Bupati Madiun, H. Muhtarom, dan dihadiri oleh Anggota Forkopimda, Sekda, Staf Ahli, Asisten Sekda, Kepala Instansi Vertikal, Pimpinan BUMN/BUMD, Kepala OPD, Ketua TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Madiun, Camat.
Bupati Madiun H. Muhtarom, menjelaskan, bahwa Pasar Murah yang digelar pada hari ini adalah merupakan agenda rutin Pemkab. Madiun setiap menjelang datangnya Hari Raya Idul Fitri. Pasar murah ini disediakan hanya untuk warga masyarakat Kab. Madiun yang kurang mampu atau belum beruntung.
Untuk itu teknis penjualannya menggunakan sistem kupon. Dengan demikian para pembeli diharap antri, tidak berdesakan karena semua yang sudah memegang kupon akan kebagihan. Semua komuditas yang disediakan pemerintah yaitu Gula Pasir, Minyak Goreng Kemasan dan Beras harganya disubsidi rata-rata 30 % dari harga pasar. Untuk itu Bupati Madiun berharap agar semua komuditas terjual di pasar murah ini tepat sasaran yaitu warga kurang mampu.
“Ada tiga komoditas yang dijual dipasar murah ini, selain itu juga ada bahan makanan dan minuman lain yang menjadi produk UMKM Kabupaten Madiun,” ujarnya.
Perlu diketahui, bahwa pasar murah yang digelar kali ini menyediakan bahan Sembako berupa 7.000 kg Gula Pasir, 1500 sak @ 5 kg, dan Minyak Goreng kemasan sebanyak 7.000 liter. Harga untuk gula pasir dijual Rp.9.000,-/Kgsedangkan harga pasaran mencapai Rp.12.500,-, minyak goreng kemasan dijual Rp.9.000,- harga pasaran Rp.13.000,-.Sedangkan Beras dijual Rp.5.000,-/Kg sedangkan harga dipasaran Rp.8.500,-/Kg.
            Selain komoditas tersebut diatas, panitia juga menjual kebutuhan yang lain seperti, mie instan Indomie Goreng 5 bungkus dijual Rp.7.500,-,  Sirup ABC dijual Rp.12.000,-/botol, telor ayam dijual Rp.17.000,-/Kg, Cabe Rawit Merah dijual Rp.30.000,-/Kg, Bawang Putih dijual 32.000,-/Kg, Bawang Merah 19.000,-/Kg, dan kue lebaran/roti dll,  dan yang tidak kalah ramainya dan diserbu warga adalah pakaian pantas pakai yang dijual dengan harga Rp.2.000,- s.d Rp.3.000,-
“Pasar murah ini memang tidak merepresetasikan seluruh wilayah di Kabupaten Madiun namun nantinya akan dilaksanakan secara bergilir setiap tahunnya,” pungkas Bupati Madiun. (Gg)

Baca
 
Radar Indonesia Eks Karesidenan Madiun. Telp. 081249410099
Support : PT. MEDIA RADAR INDONESIA
Copyright © 2014. Radar Indonesia
Template Edited by Radar Indonesia Eks Karesidenan Madiun
Telp/Message : 081249410099