Madiun - Peningkatan kualitas
Sumber Daya Alam (SDA) merupakan salah satu faktor penting bagi bangsa
Indonesia di percaturan global. Untuk menyusun kebijakkan dan perencanaan
pembangunan dibidang pangan dan gizi yang tepat ditingkat wilayah, maka
diperlukan informasi yang akurat dengan cara melakukan survey diwilayah.
Karena, berdasarkan pemahaman itu, diperlukan pengumpulan, pengolahan dsn
analisis data pola konsumsi pangan yang sistematis dan berkesinambungan.
Untuk mendukung langkah tersebut,
Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Madiun melakukan survey pola konsumsi untuk
mengetahui Pola Pangan Harapan (PPH) di 27 desa di 9 kecamatan. Survey ini
menyasar pada wilayah perikanan, pertanian dan wilayah perkotaan dengan
menggandeng 27 PPL. "Per desa minimal 10 responden yang kita survey, dan
ini dilakukan selama satu bulan," ungkap Lilin Syarifah Anniesah,
Kadin Ketahanan Pangan Kabupaten Madiun saat membuka kegiatan survey di ruang
graha Karang Wungu Pemkab Madiun.
Tujuan utama Survey ini untuk
mendapatkan informasi yang tepat untuk memahami situasi dan permasalahan sistem
pangan diwilayah sekaligus nantinya. "Sebenarnya, sensus merupakan langkah
bagus dalam mecapai akurasi pengumpulan data dari sudut keterwakilan, namun
karena sensus membutuhkan biaya yang besar maka survey dianggap merupakan
alternatif terbaik," lanjutnya.
Setelah nantinya survey usai
dilakukan, data yang masuk akan dimasukan dalam aplikasi satu per satu untuk
diolah. "Ini agenda tahunan, untuk mengetahui kondisi masyarakat agar
kebijakan Pemerintah Daerah tidak salah dalam menentukan PPH," tegasnya.
Lilin Syariefah Anniesah
berharap, dengan adanya survey ini maka ketersediaan data karakteristik
demografi, ekonomi, agroekologi serta pola konsumsi pangan masyarakat untuk
wilayah desa/kelurahan, kecamatan dan kabupaten bisa diketahui. "Survey
ini bisa menjadi acuan target penyediaan oangan diwilayah Kabupaten
Madiun," pungkasnya. (Gg)


Posting Komentar