Desa Tulungrejo Masuk 4 Besar Maju Ketingkat Provinsi Jatim
Madiun - Penilaian Lapang Pelaksanaan Gotong
Royong Terbaik Provinsi Jawa Timur Tahun 2017 Dilaksanakan di Balai Desa
Tulungrejo, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun.
Acara pelaksanaan penilaian lapangan Gotong
Royong ini dihadiri oleh tim penilai dari Provinsi Jawa Timur yang dipimpin
oleh Bandung Jatmiko, Kadin PMD, Joko Lelono, TP PKK, Satker, Camat dan Kades
se Kabupaten Madiun dan masyarakat.
Dipilihnya Desa Tulungrejo karena Desa
Tulungrejo dalam penilaian yang sudah dilakukan sejak pertengahan Bulan
Februari lalu tampil sebagai yang terbaik dalam tahapan penilaian lomba gotong
royong tingkat kecamatan se Kabupaten Madiun.
"Penilaian tersebut meliputi 4 bidang yaitu
bidang Kemasyarakatan, Ekonomi, Sosial Budaya dan Agama serta Lingkungan,"
ujar Basudewa, Ketua Tim Pelaksana Penilaian tingkat Kabupaten Madiun.
Setelah terpilih menjadi yang terbaik dan
mewakili Kabupaten Madiun, Desa Tulungrejo bersaing maju dalam babak 4 besar
bersama dengan Kabupaten Ponorogo, Pacitan dan Kabupaten Blitar ditingkat
Provinsi Jawa Timur.
"Dalam penilaian ini nanti, kita sudah
siapkan dari segi administrasi dan keadaan nyata dilapangan," imbuhnya.
Diwaktu yang sama, saat ditemui di lokasi
penilaian pelaksanaan Gotong Royong, Joko Lelono, Kadin Pemberdayaan Masyarakat
dan Desa (PMD) Kabupaten Madiun mengatakan budaya gotong royong sangat perlu
ditumbuhkembangkan dalam masyarakat. Merujuk indikator yang dilombakan, Desa
Tulungrejo sudah masuk dalam persyaratan yang dilombakan.
"Dari indikator yang dilombakan, Desa
Tulungrejo dipilih menjadi yang terbaik dan berhak masuk empat besar tingkat
Provinsi Jawa Timur," ungkap Joko Lelono.
Dalam bidang-bidang pembangunan, Desa Tulungrejo
sangat menonjol. Walaupun saat ini desa-desa digerojok anggaran yang besar
namun tidak melunturkan swadaya dari masyarakat bahkan swadaya dari masyarakat
tersebut malah meningkat.
Tumbuhnya jiwa gotong royong yang ada dalam
masyarakat Kabupaten Madiun karena mendapatkan support dari Bupati Madiun.
Sudah 15 tahun aplikasi nyata bentuk gotong royong dilakukan oleh Pemerintah
Kabupaten Madiun yaitu dengan adanya program Bakti Sosial Terpadu dan
melaksanakan kerja bakti bersama masyarakat di setiap desa.
Dijabarkan oleh Joko Lelono, Kabupaten Madiun
sudah dilakukan perubahan dalam pelaksanaan BBGRM. Dahulu setiap kali
mengadakan puncak BBGRM pasti dilaksanakan secara seremonial. "Namun
sekarang tidak lagi dalam bentuk seremonial, tapi diaplikasikan dalam bentuk
nyata yaitu melaksanakan kerja bakti massal disetiap kecamatan," tegasnya.
Joko Lelono berharap, Desa Tulungrejo bisa
maju terus dan menjadi juara ditingkat Provinsi Jawa Timur
Sementara, Bandung Jatmiko, Ketua Tim Penilai
Lapangan Pelaksanaan Gotong Royong mengatakan budaya gotong royong harus tetap
ditumbuhkembangkan didalam masyarajat karena budaya gotong royong adalah
warisan leluhur yang perlu dilestarikan.
Untuk menjaga dan melestarikan budaya gotong
royong tersebut maka oleh pemerintah selalu digalakan dalam Bulan Bakti Gotong
Royong Masyarakat dan Hari Kesatuan Gerak PKK. "Banyak sisi positif yang
bisa diperoleh dalam budaya gotong royong ini," ujarnya.
Ditegaskan, dari banyak proposal yang masuk
dan mendapat penilaian, sebenarnya Desa Tulungrejo sudah layak menjadi juara. (Gg)
Madiun - Penilaian Lapang Pelaksanaan Gotong
Royong Terbaik Provinsi Jawa Timur Tahun 2017 Dilaksanakan di Balai Desa
Tulungrejo, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun.
Acara pelaksanaan penilaian lapangan Gotong
Royong ini dihadiri oleh tim penilai dari Provinsi Jawa Timur yang dipimpin
oleh Bandung Jatmiko, Kadin PMD, Joko Lelono, TP PKK, Satker, Camat dan Kades
se Kabupaten Madiun dan masyarakat.
Dipilihnya Desa Tulungrejo karena Desa
Tulungrejo dalam penilaian yang sudah dilakukan sejak pertengahan Bulan
Februari lalu tampil sebagai yang terbaik dalam tahapan penilaian lomba gotong
royong tingkat kecamatan se Kabupaten Madiun.
"Penilaian tersebut meliputi 4 bidang yaitu
bidang Kemasyarakatan, Ekonomi, Sosial Budaya dan Agama serta Lingkungan,"
ujar Basudewa, Ketua Tim Pelaksana Penilaian tingkat Kabupaten Madiun.
Setelah terpilih menjadi yang terbaik dan
mewakili Kabupaten Madiun, Desa Tulungrejo bersaing maju dalam babak 4 besar
bersama dengan Kabupaten Ponorogo, Pacitan dan Kabupaten Blitar ditingkat
Provinsi Jawa Timur.
"Dalam penilaian ini nanti, kita sudah
siapkan dari segi administrasi dan keadaan nyata dilapangan," imbuhnya.
Diwaktu yang sama, saat ditemui di lokasi
penilaian pelaksanaan Gotong Royong, Joko Lelono, Kadin Pemberdayaan Masyarakat
dan Desa (PMD) Kabupaten Madiun mengatakan budaya gotong royong sangat perlu
ditumbuhkembangkan dalam masyarakat. Merujuk indikator yang dilombakan, Desa
Tulungrejo sudah masuk dalam persyaratan yang dilombakan.
"Dari indikator yang dilombakan, Desa
Tulungrejo dipilih menjadi yang terbaik dan berhak masuk empat besar tingkat
Provinsi Jawa Timur," ungkap Joko Lelono.
Dalam bidang-bidang pembangunan, Desa Tulungrejo
sangat menonjol. Walaupun saat ini desa-desa digerojok anggaran yang besar
namun tidak melunturkan swadaya dari masyarakat bahkan swadaya dari masyarakat
tersebut malah meningkat.
Tumbuhnya jiwa gotong royong yang ada dalam
masyarakat Kabupaten Madiun karena mendapatkan support dari Bupati Madiun.
Sudah 15 tahun aplikasi nyata bentuk gotong royong dilakukan oleh Pemerintah
Kabupaten Madiun yaitu dengan adanya program Bakti Sosial Terpadu dan
melaksanakan kerja bakti bersama masyarakat di setiap desa.
Dijabarkan oleh Joko Lelono, Kabupaten Madiun
sudah dilakukan perubahan dalam pelaksanaan BBGRM. Dahulu setiap kali
mengadakan puncak BBGRM pasti dilaksanakan secara seremonial. "Namun
sekarang tidak lagi dalam bentuk seremonial, tapi diaplikasikan dalam bentuk
nyata yaitu melaksanakan kerja bakti massal disetiap kecamatan," tegasnya.
Joko Lelono berharap, Desa Tulungrejo bisa
maju terus dan menjadi juara ditingkat Provinsi Jawa Timur
Sementara, Bandung Jatmiko, Ketua Tim Penilai
Lapangan Pelaksanaan Gotong Royong mengatakan budaya gotong royong harus tetap
ditumbuhkembangkan didalam masyarajat karena budaya gotong royong adalah
warisan leluhur yang perlu dilestarikan.
Untuk menjaga dan melestarikan budaya gotong
royong tersebut maka oleh pemerintah selalu digalakan dalam Bulan Bakti Gotong
Royong Masyarakat dan Hari Kesatuan Gerak PKK. "Banyak sisi positif yang
bisa diperoleh dalam budaya gotong royong ini," ujarnya.
Ditegaskan, dari banyak proposal yang masuk
dan mendapat penilaian, sebenarnya Desa Tulungrejo sudah layak menjadi juara. (Gg)






