Berita Terkini

Pawai Budaya Sarana Kenalkan Potensi Wisata dan Budaya Kabupaten Madiun

Madiun – Keberagaman budaya dan tempat wisata yang ada di Kabupaten Madiun terus dieksplorasi dan dikirab agar masyarakat mengetahuinya, salah satunya melalui Pawai Budaya dan Fun Trip. Kegiatan ini dibuka dan diberangkatkan langsung oleh Bupati Madiun bersama-sama dengan Wakil Bupati, anggota Forkopimda dari Alun-alun Kabupaten Madiun di Mejayan-Caruban untuk selanjutnya menelusuri beberapa ruas jalan Mejayan-Caruban. Hadir pada kesempatan ini Ketua TP PKK Kab. Madiun, Kepala OPD dan Camat se Kab. Madiun.
Dalam sambutannya, Bupati Madiun, H. Muhtarom mengatakan bahwa kegiatan kirab budaya ini bertujuan untuk menggali potensi budaya yang ada di Kabupaten Madiun. “Kali Ini kegiatan yang kedua dan kedepan diupayakan akan lebih meriah lagi,” ungkapnya.
Bukan hanya kirab budaya saja, namun dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Madiun yang ke 449 tahun 2017 ini banyak sekali kegiatan yang akan digelar termasuk juga kegiatan sepasma (Sepasar Ing Madiun) yang ada di Alun-alun Kab. Madiun ini. “Diupayakan tahun depan dapat lebih meriah lagi,” tegasnya.
Dalam kirab budaya ini, Kabupaten Madiun tidak hanya menampilkan kesenian dongkrek yang selama ini sudah menjadi ikon Kabupaten Madiun, namun juga berbagai macam kesenian daerah maupun Wonderful Madiun Carnival.
Kegiatan pawai budaya ini banyak diikuti oleh anak-anak mulai tingkat SD, SMP SMA/SMK sehingga suasana menjadi meriah. “Kita menyuguhkan berbagai macam seni dan budaya untuk masyarakat agar mereka tahu bahwa di Kabupaten Madiun ini banyak sekali keberagaman namun semuanya tetap guyub rukun,” tegasnya.

Turut mengiringi kirab Dongkrek diadakan pula Wonderful Madiun Carnival yang diikuti oleh ratusan peserta Tidak ketinggalan penampilan Didik Nini Thowok yang tampil memukau dihadapan ribuan penonton. Diketahui, spasma tahun 2017 diisi dengan berbagai kegiatan seperti tari kolosal nusantara, pameran lukisan, pameran bonsai, pameran hidroponik, pameran fotografi, pameran wisata, fun trip, kompetisi hadrah, gebyar UMKM, gebyar gapoktan dan lomba cipta menu, kirab budaya dan pariwisata. (Gg)
Madiun – Keberagaman budaya dan tempat wisata yang ada di Kabupaten Madiun terus dieksplorasi dan dikirab agar masyarakat mengetahuinya, salah satunya melalui Pawai Budaya dan Fun Trip. Kegiatan ini dibuka dan diberangkatkan langsung oleh Bupati Madiun bersama-sama dengan Wakil Bupati, anggota Forkopimda dari Alun-alun Kabupaten Madiun di Mejayan-Caruban untuk selanjutnya menelusuri beberapa ruas jalan Mejayan-Caruban. Hadir pada kesempatan ini Ketua TP PKK Kab. Madiun, Kepala OPD dan Camat se Kab. Madiun.
Dalam sambutannya, Bupati Madiun, H. Muhtarom mengatakan bahwa kegiatan kirab budaya ini bertujuan untuk menggali potensi budaya yang ada di Kabupaten Madiun. “Kali Ini kegiatan yang kedua dan kedepan diupayakan akan lebih meriah lagi,” ungkapnya.
Bukan hanya kirab budaya saja, namun dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Madiun yang ke 449 tahun 2017 ini banyak sekali kegiatan yang akan digelar termasuk juga kegiatan sepasma (Sepasar Ing Madiun) yang ada di Alun-alun Kab. Madiun ini. “Diupayakan tahun depan dapat lebih meriah lagi,” tegasnya.
Dalam kirab budaya ini, Kabupaten Madiun tidak hanya menampilkan kesenian dongkrek yang selama ini sudah menjadi ikon Kabupaten Madiun, namun juga berbagai macam kesenian daerah maupun Wonderful Madiun Carnival.
Kegiatan pawai budaya ini banyak diikuti oleh anak-anak mulai tingkat SD, SMP SMA/SMK sehingga suasana menjadi meriah. “Kita menyuguhkan berbagai macam seni dan budaya untuk masyarakat agar mereka tahu bahwa di Kabupaten Madiun ini banyak sekali keberagaman namun semuanya tetap guyub rukun,” tegasnya.

Turut mengiringi kirab Dongkrek diadakan pula Wonderful Madiun Carnival yang diikuti oleh ratusan peserta Tidak ketinggalan penampilan Didik Nini Thowok yang tampil memukau dihadapan ribuan penonton. Diketahui, spasma tahun 2017 diisi dengan berbagai kegiatan seperti tari kolosal nusantara, pameran lukisan, pameran bonsai, pameran hidroponik, pameran fotografi, pameran wisata, fun trip, kompetisi hadrah, gebyar UMKM, gebyar gapoktan dan lomba cipta menu, kirab budaya dan pariwisata. (Gg)
Baca

Lomba Gebyar Gapoktan Untuk Mencari Produk Unggulan Khas Kabupaten Madiun

Madiun - Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Madiun ke 449 Tahun 2017, Pemerintah Kabupaten Madiun mengadakan Kegiatan Sepasar Ing Madiun (Sepasma). Dalam rangkaian Sepasma tersebut, Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun mengadakan kegiatan Gebyar Gapoktan untuk produk unggulan dan produk olahan selama 2 hari mulai tanggal 24-25/7/17. Lomba Gebyar Gapoktan ini dibuka langsung oleh Ibu Wakil Bupati Madiun.
Saat dikonfirmasi, Edy Sayoko, Kabid Penyuluhan, Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun mengatakan bahwa lomba gebyar gapoktan ini diikuti oleh 15 kecamatan. Ada 2 kriteria yang dilombakan yaitu untuk produk unggulan dan produk olahan. "Kriteria produk unggulan yaitu mulai dari proses produksi, mutu produk, aspek komersial, aspek estetika atau penataan stand," ungkapnya pada Media Radar Indonesia, Senin (24/7/17).
Lebih lanjut dikatakan, dari keempat kriteria ini harus bisa memenuhi unsur tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, perikanan dan peternakan. "Juri produk unggulan dari unsur Bappeda, Dinas Ketahanan Pangan, unsur Gapoktan, LSM dan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM," lanjutnya.
Lomba Gebyar Gapoktan ini bertujuan untuk mengetahui potensi wilayah yang di Kabupaten Madiun khususnya disektor pertanian. Ditegaskan, ini merupakan program untuk mendukung swasembada pangan. "Pangan tercukupi, maka masyarakat akan tenang," tegasnya.
Selain itu, kegiatan ini juga untuk menumbuh kembangkan bidang usaha agribisnis bagi gapoktan di 15 kecamatan. Jika dalam lomba gebyar gapoktan ini ada produk unggulan yang keluar menjadi juara, maka akan diikutkan lomba ditingkat Propinsi maupun Nasional.
Sementara, M. Najib, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun menjelaskan gebyar gapoktan ini hanya sebagai sarana untuk memancing kreativitas masyarakat agar bisa membikin produk unggulan didaerah masing-masing. "Contohnya dahulu ada produk unggulan seperti Kopi Kandangan dan Kopi Luwak di daerah Blimbing, namun sempat tenggelam," ujar M. Najib.
Makanya, agar produk-produk unggulan tersebut bisa muncul lagi, diperlukan sarana seperti lomba gebyar gapoktan. Namun tidak dipungkiri, bukan hanya sarana saja yang dibutuhkan, tapi juga diperlukan pembinaan secara intensif dari dinas terkait. "Kita akan selalu melakukan pembinaan secara intensif di tataran gapoktan se Kabupaten Madiun," tegasnya
Dengan begini diharapkan, dalam waktu dekat banyak produk-produk unggulan yang muncul dari berbagai daerah di Kabupaten Madiun yang bisa dijadikan ciri khas yang bisa dibanggakan. "Kita berusaha kearah tersebut," pungkas Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun. 
Diketahui, juara lomba pameran produk-produk unggulan PPL yaitu Nasi Pecel Juara 1 diraih oleh Kecamatan Gemarang, Juara 2 diraih oleh Pilangkenceng dan juara 3 diraih oleh Kecamatan Mejayan. Sedangkan Kreasi pengembangan resep diraih oleh Kecamatan Kare. Penghargaan cita rasa diraih oleh Kecamatan Balerejo, Penampilan dan penyajian menu disabet oleh Kecamatan Wungu.

 Sementara, Lomba produk unggulan untuk Juara 1 diraih oleh Kecamatan Kare. Juara 2 diraih Kecamatan Geger dan juara 3 diraih oleh Kecamatan Mejayan. Sedangkan juara Harapan 1 diambil oleh Kecamatan Wonoasri, juara Harapan 2 oleh Kecamatan Dagangan dan juara Harapan 3 oleh Kecamatan Saradan. (Gg)
Madiun - Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Madiun ke 449 Tahun 2017, Pemerintah Kabupaten Madiun mengadakan Kegiatan Sepasar Ing Madiun (Sepasma). Dalam rangkaian Sepasma tersebut, Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun mengadakan kegiatan Gebyar Gapoktan untuk produk unggulan dan produk olahan selama 2 hari mulai tanggal 24-25/7/17. Lomba Gebyar Gapoktan ini dibuka langsung oleh Ibu Wakil Bupati Madiun.
Saat dikonfirmasi, Edy Sayoko, Kabid Penyuluhan, Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun mengatakan bahwa lomba gebyar gapoktan ini diikuti oleh 15 kecamatan. Ada 2 kriteria yang dilombakan yaitu untuk produk unggulan dan produk olahan. "Kriteria produk unggulan yaitu mulai dari proses produksi, mutu produk, aspek komersial, aspek estetika atau penataan stand," ungkapnya pada Media Radar Indonesia, Senin (24/7/17).
Lebih lanjut dikatakan, dari keempat kriteria ini harus bisa memenuhi unsur tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, perikanan dan peternakan. "Juri produk unggulan dari unsur Bappeda, Dinas Ketahanan Pangan, unsur Gapoktan, LSM dan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM," lanjutnya.
Lomba Gebyar Gapoktan ini bertujuan untuk mengetahui potensi wilayah yang di Kabupaten Madiun khususnya disektor pertanian. Ditegaskan, ini merupakan program untuk mendukung swasembada pangan. "Pangan tercukupi, maka masyarakat akan tenang," tegasnya.
Selain itu, kegiatan ini juga untuk menumbuh kembangkan bidang usaha agribisnis bagi gapoktan di 15 kecamatan. Jika dalam lomba gebyar gapoktan ini ada produk unggulan yang keluar menjadi juara, maka akan diikutkan lomba ditingkat Propinsi maupun Nasional.
Sementara, M. Najib, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun menjelaskan gebyar gapoktan ini hanya sebagai sarana untuk memancing kreativitas masyarakat agar bisa membikin produk unggulan didaerah masing-masing. "Contohnya dahulu ada produk unggulan seperti Kopi Kandangan dan Kopi Luwak di daerah Blimbing, namun sempat tenggelam," ujar M. Najib.
Makanya, agar produk-produk unggulan tersebut bisa muncul lagi, diperlukan sarana seperti lomba gebyar gapoktan. Namun tidak dipungkiri, bukan hanya sarana saja yang dibutuhkan, tapi juga diperlukan pembinaan secara intensif dari dinas terkait. "Kita akan selalu melakukan pembinaan secara intensif di tataran gapoktan se Kabupaten Madiun," tegasnya
Dengan begini diharapkan, dalam waktu dekat banyak produk-produk unggulan yang muncul dari berbagai daerah di Kabupaten Madiun yang bisa dijadikan ciri khas yang bisa dibanggakan. "Kita berusaha kearah tersebut," pungkas Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun. 
Diketahui, juara lomba pameran produk-produk unggulan PPL yaitu Nasi Pecel Juara 1 diraih oleh Kecamatan Gemarang, Juara 2 diraih oleh Pilangkenceng dan juara 3 diraih oleh Kecamatan Mejayan. Sedangkan Kreasi pengembangan resep diraih oleh Kecamatan Kare. Penghargaan cita rasa diraih oleh Kecamatan Balerejo, Penampilan dan penyajian menu disabet oleh Kecamatan Wungu.

 Sementara, Lomba produk unggulan untuk Juara 1 diraih oleh Kecamatan Kare. Juara 2 diraih Kecamatan Geger dan juara 3 diraih oleh Kecamatan Mejayan. Sedangkan juara Harapan 1 diambil oleh Kecamatan Wonoasri, juara Harapan 2 oleh Kecamatan Dagangan dan juara Harapan 3 oleh Kecamatan Saradan. (Gg)
Baca

Selain Tingkatkan Pendapatan, Pameran Produk Unggulan Sebagai Ajang Promosi Ketingkat Yang Lebih Tinggi

Madiun – Pameran produk unggulan yang di laksanakan oleh Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun di kegiatan Sepasar Ing Madiun (Spasma) dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Madiun yang ke 449  dengan tujuan untuk mempromosikan produk-produk unggulan dan produk ekonomi kreatif masyarakat kab. Madiun berjalan dengan sukses. Pameran yang dilaksanakan selama 5 hari ini diikuti oleh sekitar 40 UKM mulai dari produk unggulan makanan, batik dan lain sebagainya.
Saat ditemui, Agus Suyudi, Kabid Perdagangan, Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro mengatakan bahwa pameran produk unggulan ini selain dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Madiun yang ke 449 tahun 2017, juga  menjadi salah satu upaya dari Pemerintah Kabupaten Madiun dalam hal ini Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro untuk turut serta meningkatkan taraf hidup dari para pelaku usaha yang ada di Kabupaten Madiun.
“Melalui pameran produk unggulan ini, masyarakat khususnya di Kabupaten Madiun dapat mempromosikan usahanya sehingga bisa dikenal lebih luas,” ungkap Agus Suyudi
Bukan hanya itu saja, melalui pameran produk unggulan, Pemerintah Kabupaten Madiun juga mencari produk-produk yang bisa dijadikan ikon atau ciri khas sehingga apabila ada wisatawan yang singgah di Kabupaten Madiun bisa disuguhi makanan khas dari Kabupaten Madiun.
“kita berharap produk unggulan dari Kabupaten Madiun bisa dikenal di Masyarakat, selain itu melalui pameran produk unggulan ini juga bisa meningkatkan pendapatan dari pelaku usaha,” lanjutnya.
Ditambahkan, melalui pameran produk unggulan ini, maka hasilnya dapat dipromosikan ke tingkat yang lebih tinggi. “Agar bisa merangsang pelaku usaha untuk lebih kreatif, maka hasil produk unggulan ini akan kita ikutkan pameran ketingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya. (Gg)
Madiun – Pameran produk unggulan yang di laksanakan oleh Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun di kegiatan Sepasar Ing Madiun (Spasma) dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Madiun yang ke 449  dengan tujuan untuk mempromosikan produk-produk unggulan dan produk ekonomi kreatif masyarakat kab. Madiun berjalan dengan sukses. Pameran yang dilaksanakan selama 5 hari ini diikuti oleh sekitar 40 UKM mulai dari produk unggulan makanan, batik dan lain sebagainya.
Saat ditemui, Agus Suyudi, Kabid Perdagangan, Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro mengatakan bahwa pameran produk unggulan ini selain dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Madiun yang ke 449 tahun 2017, juga  menjadi salah satu upaya dari Pemerintah Kabupaten Madiun dalam hal ini Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro untuk turut serta meningkatkan taraf hidup dari para pelaku usaha yang ada di Kabupaten Madiun.
“Melalui pameran produk unggulan ini, masyarakat khususnya di Kabupaten Madiun dapat mempromosikan usahanya sehingga bisa dikenal lebih luas,” ungkap Agus Suyudi
Bukan hanya itu saja, melalui pameran produk unggulan, Pemerintah Kabupaten Madiun juga mencari produk-produk yang bisa dijadikan ikon atau ciri khas sehingga apabila ada wisatawan yang singgah di Kabupaten Madiun bisa disuguhi makanan khas dari Kabupaten Madiun.
“kita berharap produk unggulan dari Kabupaten Madiun bisa dikenal di Masyarakat, selain itu melalui pameran produk unggulan ini juga bisa meningkatkan pendapatan dari pelaku usaha,” lanjutnya.
Ditambahkan, melalui pameran produk unggulan ini, maka hasilnya dapat dipromosikan ke tingkat yang lebih tinggi. “Agar bisa merangsang pelaku usaha untuk lebih kreatif, maka hasil produk unggulan ini akan kita ikutkan pameran ketingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya. (Gg)
Baca

Pameran Lukisan dan Bonsai Banyak Diminati Oleh Masyarakat Kabupaten Madiun

Madiun – Pameran Lukisan dan Bonsai yang digelar dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Madiun yang ke 449 tahun 2017 ini banyak diminati oleh peserta. Bahkan pengunjungpun sangat antusias melihat produk bonsai maupun lukisan yang sangat cantik. Pameran lukisan yang diikuti oleh Himpunan Pelukis Eks Karesidenan Madiun (HISMA) digelar di Pendopo Ronggo Jumeno dan pameran bonsai di gelar di halaman kantor Bappeda Kabupaten Madiun, Jalan Alun – alun utara Mejayan, Kabupaten Madiun.
Saat dikonfirmasi, Plt, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Drs. Bahari mengatakan bahwa pameran yang bertajuk “Wirasa Warna” ini diikuti kurang lebih sekitar 53 pelukis. Dalam pameran ini nantinya juga akan dilakukan demo melukis baik melalui media kanvas, melukis batik maupun melukis dengan ampas kopi. “Pokoknya pameran ini akan dilaksanakan selama lima hari mulai tanggal 22 – 25 Juli 2017,” ujarnya.
Ditilik dari segi kualitas, perkembangan dunia lukis Madiun mengalami perkembangan yang sangat pesat sehingga Pemerintah Kabupaten Madiun memberikan apresiasi pada para pelukis dengan menggelar acara pameran lukisan setiap tahunnya pada saat Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar Hari Jadi. “Diharapkan, insan pelukis di Kabupaten Madiun baik yang pemula maupun yang sudah profesional mampu meningkatkan kreatifitasnya untuk mengharumkan nama Kabupaten Madiun,” tegas Bahari.
Terbukti, pada tahun 2015 jumlah peserta yang ikut pameran sebanyak 48 pelukis dengan hasil karya 106 lukisan, tahun 2016  sebanyak 51 pelukis dengan hasil karya 150 lukisan dan tahun 2017 sebanyak 53 pelukis dengan hasil karya 156 lukisan.
Sementara panitia Spasma, Ir. Edy Bintardjo, MTP mengatakan, selain pameran lukisan juga ada kegiatan lainnya di Spasma tersebut, seperti tari kolosal ruwatan nusantara, pameran fotografi, pameran bonsai dan hidroponik, pameran wisata dan produk unggulan, fun trip wisata Nongko Ijo dan Brumbun, gebyar gapoktan, kirab budaya dan pariwisata. “Kegiatan Spasma ini bertujuan untuk melestarikan seni tradisi dan budaya masyarakat Kabupaten Madiun, mempromosikan produk – produk unggulan, produk – produk ekonomi kreatif masyarakat Kabupaten Madiun dan untuk menjadikan Spasma sebagai salah satu ikon destinasi wisata Kabupaten Madiun,“ pungkas dia. (Gg)
Madiun – Pameran Lukisan dan Bonsai yang digelar dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Madiun yang ke 449 tahun 2017 ini banyak diminati oleh peserta. Bahkan pengunjungpun sangat antusias melihat produk bonsai maupun lukisan yang sangat cantik. Pameran lukisan yang diikuti oleh Himpunan Pelukis Eks Karesidenan Madiun (HISMA) digelar di Pendopo Ronggo Jumeno dan pameran bonsai di gelar di halaman kantor Bappeda Kabupaten Madiun, Jalan Alun – alun utara Mejayan, Kabupaten Madiun.
Saat dikonfirmasi, Plt, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Drs. Bahari mengatakan bahwa pameran yang bertajuk “Wirasa Warna” ini diikuti kurang lebih sekitar 53 pelukis. Dalam pameran ini nantinya juga akan dilakukan demo melukis baik melalui media kanvas, melukis batik maupun melukis dengan ampas kopi. “Pokoknya pameran ini akan dilaksanakan selama lima hari mulai tanggal 22 – 25 Juli 2017,” ujarnya.
Ditilik dari segi kualitas, perkembangan dunia lukis Madiun mengalami perkembangan yang sangat pesat sehingga Pemerintah Kabupaten Madiun memberikan apresiasi pada para pelukis dengan menggelar acara pameran lukisan setiap tahunnya pada saat Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar Hari Jadi. “Diharapkan, insan pelukis di Kabupaten Madiun baik yang pemula maupun yang sudah profesional mampu meningkatkan kreatifitasnya untuk mengharumkan nama Kabupaten Madiun,” tegas Bahari.
Terbukti, pada tahun 2015 jumlah peserta yang ikut pameran sebanyak 48 pelukis dengan hasil karya 106 lukisan, tahun 2016  sebanyak 51 pelukis dengan hasil karya 150 lukisan dan tahun 2017 sebanyak 53 pelukis dengan hasil karya 156 lukisan.
Sementara panitia Spasma, Ir. Edy Bintardjo, MTP mengatakan, selain pameran lukisan juga ada kegiatan lainnya di Spasma tersebut, seperti tari kolosal ruwatan nusantara, pameran fotografi, pameran bonsai dan hidroponik, pameran wisata dan produk unggulan, fun trip wisata Nongko Ijo dan Brumbun, gebyar gapoktan, kirab budaya dan pariwisata. “Kegiatan Spasma ini bertujuan untuk melestarikan seni tradisi dan budaya masyarakat Kabupaten Madiun, mempromosikan produk – produk unggulan, produk – produk ekonomi kreatif masyarakat Kabupaten Madiun dan untuk menjadikan Spasma sebagai salah satu ikon destinasi wisata Kabupaten Madiun,“ pungkas dia. (Gg)
Baca

Pameran Foto, Sarana Mempopulerkan Potensi Wisata Kabupaten Madiun

Madiun – Salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Kaupaten Madiun yang ke 449 Tahun 2017 adalah kegiatan Sepasar Ing Madiun (Sepasma). Tahun 2017 ini Sepasma sudah dilaksanakan untuk ke empat kalinya di Alun-alun Mejayan, Sabtu (22/7/17). Berbagai Organisasi Perangkat Daerah maupun sekolahan menampilkan pertumjukan maupun pameran untuk menghibur masyarakat Kabupaten Madiun.
Salah satunya adalah pameran foto yang digelar oleh Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Madiun di barat Pendopo Ronggo Jumeno Mejayan. Pameran foto ini banyak menarik perhatian masyarakat karena menampilkan foto lokasi wisata yang ada di Kabupaten Madiun maupun agenda kegiatan Bupati Madiun, dalam pameran fotographi ini juga menampilkan karya dari H. Muhtarom, Bupati Madiun dan Komunitas Fotographer Madiun.
Sunarti, salah satu pengujung dari Mejayan mengatakan dirinya datang bersama suami dan anaknya untuk menonton keramaian Sepasma. Namun saat melihat pameran foto, dirinya tertarik dengan keindahan tempat wisata yang dipamerkan melalui foto. "Kayak ini air terjun Slampir, saya belum pernah kesana, saya jadi pingin kesana setelah melihat foto ini," ungkapnya.
Sementara, Saat mendampingi Wakil Bupati Madiun, Ketua DPRD Kabupaten Madiun dan rombongan, Edy Bintarjo, menjelaskan bahwa banyak karya dari Bupati Madiun yang dipajang dan dipamerkan pada tahun ini. "Jangan melihat karya Bupati ini dari segi hasil fotographi, karena sewaktu memotret beliau menggunakan handphone," ungkapnya.
Saat dikonfirmasi, Wakil Bupati Madiun, H. Iswanto mengatakan bahwa banyak sekali potensi pariwisata yang perlu dikembangkan dan belum banyak diketahui oleh masyarakat Kabupaten Madiun. Makanya dengan adanya Sepasar Ing Madiun (Sepasma) ini, diharapkan bisa membantu masyarakat untuk mengetahui berbagai tempat yang bisa dijadikan rujukan untuk berlibur. "Seperti foto-foto ini, dengan begini masyarakat bisa tahu tempat wisata yang bagus di Kabupaten Madiun," kata H. Iswanto.

Selain itu, masih banyak tontonan yang lain sehingga Sepasma yang ada dalam kegiatan Hari Jadi Kabupaten Madiun bisa menjadi sarana berlibur maupun bisa memberikan edukasi bagi masyarakat. (Gg)
Madiun – Salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Kaupaten Madiun yang ke 449 Tahun 2017 adalah kegiatan Sepasar Ing Madiun (Sepasma). Tahun 2017 ini Sepasma sudah dilaksanakan untuk ke empat kalinya di Alun-alun Mejayan, Sabtu (22/7/17). Berbagai Organisasi Perangkat Daerah maupun sekolahan menampilkan pertumjukan maupun pameran untuk menghibur masyarakat Kabupaten Madiun.
Salah satunya adalah pameran foto yang digelar oleh Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Madiun di barat Pendopo Ronggo Jumeno Mejayan. Pameran foto ini banyak menarik perhatian masyarakat karena menampilkan foto lokasi wisata yang ada di Kabupaten Madiun maupun agenda kegiatan Bupati Madiun, dalam pameran fotographi ini juga menampilkan karya dari H. Muhtarom, Bupati Madiun dan Komunitas Fotographer Madiun.
Sunarti, salah satu pengujung dari Mejayan mengatakan dirinya datang bersama suami dan anaknya untuk menonton keramaian Sepasma. Namun saat melihat pameran foto, dirinya tertarik dengan keindahan tempat wisata yang dipamerkan melalui foto. "Kayak ini air terjun Slampir, saya belum pernah kesana, saya jadi pingin kesana setelah melihat foto ini," ungkapnya.
Sementara, Saat mendampingi Wakil Bupati Madiun, Ketua DPRD Kabupaten Madiun dan rombongan, Edy Bintarjo, menjelaskan bahwa banyak karya dari Bupati Madiun yang dipajang dan dipamerkan pada tahun ini. "Jangan melihat karya Bupati ini dari segi hasil fotographi, karena sewaktu memotret beliau menggunakan handphone," ungkapnya.
Saat dikonfirmasi, Wakil Bupati Madiun, H. Iswanto mengatakan bahwa banyak sekali potensi pariwisata yang perlu dikembangkan dan belum banyak diketahui oleh masyarakat Kabupaten Madiun. Makanya dengan adanya Sepasar Ing Madiun (Sepasma) ini, diharapkan bisa membantu masyarakat untuk mengetahui berbagai tempat yang bisa dijadikan rujukan untuk berlibur. "Seperti foto-foto ini, dengan begini masyarakat bisa tahu tempat wisata yang bagus di Kabupaten Madiun," kata H. Iswanto.

Selain itu, masih banyak tontonan yang lain sehingga Sepasma yang ada dalam kegiatan Hari Jadi Kabupaten Madiun bisa menjadi sarana berlibur maupun bisa memberikan edukasi bagi masyarakat. (Gg)
Baca

Spasma, Ajang Promosi Produk Unggulan dan Ekonomi Kreatif Masyarakat Kabupaten Madiun

Madiun – Sepasar Ing Madiun (Spasma) merupakan salah satu dari rangkaian Peringatan Hari Jadi Kabupaten Madiun yang ke 449. Kegiatan Spasma merupakan upaya nyata dari Pemerintah Kabupaten Madiun dalam rangka menumbuhkan kreativitas masyarakat dalam bidang budaya dan produk unggulan yang nantinya bisa dijadikan ikon Kabupaten Madiun.
Tahun 2017 ini merupakan penyelenggaraan Spasma yang ke 4 di alun-alun Mejayan, Caruban, Kab. Madiun. Gong pemukulan pembukaan Spasma di pukul oleh Wakil Bupati Madiun H. Iswanto, dengan didampingi oleh Ketua DPRD Kab. Madiun, dan Forkopimda, Sabtu (22/7/17) dan disaksikan oleh Kepala OPD Kabupaten Madiun, Direktur BUMN dan RSUD Kabupaten Madiun, Camat se Kab. Madiun, Undangan dan para peserta spasma.
Saat memberikan sambutan, H. Iswanto, Wakil Bupati Madiun mengatakan bahwa tujuan penyelenggraan spasma in Madiun ini adalah dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Madiun yang ke 449. “Kegiatan ini untuk melestarikan seni tradisi dan budaya masyarakat kab. Madiun, mempromosikan produk-produk unggulan dan produk ekonomi kreatif masyarakat kab. Madiun, menjadikan spasma sebagai salah satu icon destinasi Wisata Kab. Madiun,” ujar Wakil Bupati Madiun.
Selanjutnya dikatakan, dengan peringatan hari jadi ke 449 kab. Madiun menyampaikan agar masyarakat madiun selalu meningkatkan guyub rukun, gotong royong guna terwujudnya masyarakat Madiun yang lebih sejahtera. “Mari kita tingkatkan toleransi, kepedulian sosial yang tinggi sehingga spasma ini bisa jadi icon dan terus dapat ditingkatkan,” lanjutnya.
Wabup juga menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung berjalannya kegiatan ini. Dan berharap agar spasma di madiun ini dapat memberikan hiburan yang segar sekaligus mempercepat dan memperkuat ikatan batin diantara pemerintah Kab. Madiun dengan masyarakat Madiun
Walaupun tidak bisa menghadiri pembukaan Spasma karena ada mendapatkan Penghargaan Kota Layak Anak di Pekan Riau, namun Bupati Madiun, H. Muhtarom berkenan melakukan penutupan. “Yang terpenting adalah Spasma ini bisa dijadikan ajang untuk menampilkan kreatifitas baik budaya, ekonomi maupun produk unggulan yang bisa menjadi kebanggaan Kabupaten Madiun,” tegasnya.

Diketahui, spasma tahun 2017 diisi dengan berbagai kegiatan seperti tari kolosal nusantara, pameran lukisan, pameran bonsai, pameran hidroponik, pameran fotografi, pameran wisata, fun trip, kompetisi hadrah, gebyar UMKM, gebyar gapoktan dan lomba cipta menu, kirab budaya dan pariwisata. (Gg)
Madiun – Sepasar Ing Madiun (Spasma) merupakan salah satu dari rangkaian Peringatan Hari Jadi Kabupaten Madiun yang ke 449. Kegiatan Spasma merupakan upaya nyata dari Pemerintah Kabupaten Madiun dalam rangka menumbuhkan kreativitas masyarakat dalam bidang budaya dan produk unggulan yang nantinya bisa dijadikan ikon Kabupaten Madiun.
Tahun 2017 ini merupakan penyelenggaraan Spasma yang ke 4 di alun-alun Mejayan, Caruban, Kab. Madiun. Gong pemukulan pembukaan Spasma di pukul oleh Wakil Bupati Madiun H. Iswanto, dengan didampingi oleh Ketua DPRD Kab. Madiun, dan Forkopimda, Sabtu (22/7/17) dan disaksikan oleh Kepala OPD Kabupaten Madiun, Direktur BUMN dan RSUD Kabupaten Madiun, Camat se Kab. Madiun, Undangan dan para peserta spasma.
Saat memberikan sambutan, H. Iswanto, Wakil Bupati Madiun mengatakan bahwa tujuan penyelenggraan spasma in Madiun ini adalah dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Madiun yang ke 449. “Kegiatan ini untuk melestarikan seni tradisi dan budaya masyarakat kab. Madiun, mempromosikan produk-produk unggulan dan produk ekonomi kreatif masyarakat kab. Madiun, menjadikan spasma sebagai salah satu icon destinasi Wisata Kab. Madiun,” ujar Wakil Bupati Madiun.
Selanjutnya dikatakan, dengan peringatan hari jadi ke 449 kab. Madiun menyampaikan agar masyarakat madiun selalu meningkatkan guyub rukun, gotong royong guna terwujudnya masyarakat Madiun yang lebih sejahtera. “Mari kita tingkatkan toleransi, kepedulian sosial yang tinggi sehingga spasma ini bisa jadi icon dan terus dapat ditingkatkan,” lanjutnya.
Wabup juga menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung berjalannya kegiatan ini. Dan berharap agar spasma di madiun ini dapat memberikan hiburan yang segar sekaligus mempercepat dan memperkuat ikatan batin diantara pemerintah Kab. Madiun dengan masyarakat Madiun
Walaupun tidak bisa menghadiri pembukaan Spasma karena ada mendapatkan Penghargaan Kota Layak Anak di Pekan Riau, namun Bupati Madiun, H. Muhtarom berkenan melakukan penutupan. “Yang terpenting adalah Spasma ini bisa dijadikan ajang untuk menampilkan kreatifitas baik budaya, ekonomi maupun produk unggulan yang bisa menjadi kebanggaan Kabupaten Madiun,” tegasnya.

Diketahui, spasma tahun 2017 diisi dengan berbagai kegiatan seperti tari kolosal nusantara, pameran lukisan, pameran bonsai, pameran hidroponik, pameran fotografi, pameran wisata, fun trip, kompetisi hadrah, gebyar UMKM, gebyar gapoktan dan lomba cipta menu, kirab budaya dan pariwisata. (Gg)
Baca

Kedapatan Bawa Narkoba, Sopir Bus Antar Kota Ditangkap Polisi

Madiun Kota - IPM, pengemudi bus pariwisata yang juga warga Kelurahan Lukluk, Kecamatan Manguwi, Kabupaten Badung, Bali ini harus berurusan dengan Satresnarkoba Polres Madiun Kota karena kedapatan melakukan transaksi jual beli narkoba.
kronologi penangkapan tersangka bermula dari laporan masyarakat yang menyebutkan bahwa diseputaran Jalan Urip Sumoharjo Kota Madiun hingga Jalan Raya Solo Kabupaten Madiun sering dilakukan untuk transaksi narkoba jenis sabu oleh tersangka. Setelah dilakukan pemantauan, Informasi yang masuk ternyata benar,  ketika tersangka melintas di timur lampu traffich light tepatnya di Jalan raya solo KM 4 Desa Sukolilo Jiwan, dengan mengendarai sepeda motor langsung ditangkap oleh anggota Satresnarkoba Polres Madiun Kota.
Saat memberikan keterangan, AKP. Sukono, Kasatresnarkoba Polres Madiun Kota mengatakan IPM yang merupakan pengemudi bus antar kota antar propinsi. Saat mengemudikan busnya, sesampai di PPU Maospati mampir disebuah warung menanyakan apa ada teman kencan dan berjanji akan mampir lagi kalau memang sudah ada.
Beberapa hari kemudian, di PPU Maospati, IPM bertemu dengan seorang perempuan berinisial NTS. Warga Desa Karang Tengah Prandon, Kec/Kab Ngawi dan melakukan transaksi kencan sembari mengkonsumsi sabu. Setelah tiga kali pertemuan untuk mengkonsumsi narkoba, IPM tertangkap. "Kedua pelaku adalah pemakai, mereka sudah tiga kali melakukan pertemuan semuanya di Madiun," ujar Kasatresnarkoba Polres Madiun Kota.
Dilanjutkan, anggota Satresnarkoba Polres Madiun Kota juga melakukan penggeledahan di penginapan tersangka NTS dan mendapati peralatan untuk menghisap sabu dan sisa narkotika jenis sabu di dalam pipet.
Saat dilakukan pengembangan, NTS mengatakan bahwa barang haram ini didapat dari temannya yang dari Madiun namun setelah dilacak nomor hp yang ada sudah off.
"Tersangka akan dijerat dengan pasal 114 ayat (1) UU no. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan maksimal 12 tahun," pungkasnya. (Gg)


Madiun Kota - IPM, pengemudi bus pariwisata yang juga warga Kelurahan Lukluk, Kecamatan Manguwi, Kabupaten Badung, Bali ini harus berurusan dengan Satresnarkoba Polres Madiun Kota karena kedapatan melakukan transaksi jual beli narkoba.
kronologi penangkapan tersangka bermula dari laporan masyarakat yang menyebutkan bahwa diseputaran Jalan Urip Sumoharjo Kota Madiun hingga Jalan Raya Solo Kabupaten Madiun sering dilakukan untuk transaksi narkoba jenis sabu oleh tersangka. Setelah dilakukan pemantauan, Informasi yang masuk ternyata benar,  ketika tersangka melintas di timur lampu traffich light tepatnya di Jalan raya solo KM 4 Desa Sukolilo Jiwan, dengan mengendarai sepeda motor langsung ditangkap oleh anggota Satresnarkoba Polres Madiun Kota.
Saat memberikan keterangan, AKP. Sukono, Kasatresnarkoba Polres Madiun Kota mengatakan IPM yang merupakan pengemudi bus antar kota antar propinsi. Saat mengemudikan busnya, sesampai di PPU Maospati mampir disebuah warung menanyakan apa ada teman kencan dan berjanji akan mampir lagi kalau memang sudah ada.
Beberapa hari kemudian, di PPU Maospati, IPM bertemu dengan seorang perempuan berinisial NTS. Warga Desa Karang Tengah Prandon, Kec/Kab Ngawi dan melakukan transaksi kencan sembari mengkonsumsi sabu. Setelah tiga kali pertemuan untuk mengkonsumsi narkoba, IPM tertangkap. "Kedua pelaku adalah pemakai, mereka sudah tiga kali melakukan pertemuan semuanya di Madiun," ujar Kasatresnarkoba Polres Madiun Kota.
Dilanjutkan, anggota Satresnarkoba Polres Madiun Kota juga melakukan penggeledahan di penginapan tersangka NTS dan mendapati peralatan untuk menghisap sabu dan sisa narkotika jenis sabu di dalam pipet.
Saat dilakukan pengembangan, NTS mengatakan bahwa barang haram ini didapat dari temannya yang dari Madiun namun setelah dilacak nomor hp yang ada sudah off.
"Tersangka akan dijerat dengan pasal 114 ayat (1) UU no. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan maksimal 12 tahun," pungkasnya. (Gg)


Baca

Pekan Budaya Untuk Optimalkan Seni Dan Budaya Kota Madiun

Madiun Kota - Kegiatan Pekan Budaya yang dimulai pada Senin (3/7/17) ini merupakan salah satu dari rangkaian Hari Jadi Kota Madiun yang ke 99 Tahun 2017. Dalam Pekan Seni Budaya ini diisi dengan Pameran UMKM dan Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk dengan lakon Banjaran Gathot Kaca dari dalang lintas generasi untuk menghibur masyarakat Kota Madiun. Rencananya, Pekan Budaya ini akan diadakan selama 7 hari 7 malam mulai tanggal 3-9 Juli 2017.
Saat ditemui, Agus Purwa Widagdo, Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kota Madiun menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi dari Pemerintah Kota Madium untuk insan seni dan UMKM Kota Madiun. "Kita pilih dalang lokal karena ditingkat Jawa Timur menjadi penyaji terbaik dan ini merupakan apresiasi dari Pemerintah Kota Madiun," ungkap Agus Purwa Widagdo, Senin (3/7/17).
Dilanjutkan, kegiatan pekan budaya selama satu minggu nantinya akan diisi dengan berbagai acara seperti sendra tari dengan lakon Sultan Madiun, berbagai festival musik mulai dari musik campursari ssmpai drngan jazz dan pentas seni yang dipusatkan di Alun-alun Kota Madiun. Selain itu juga ada pertunjukkan di Kecamatan Taman, Manguharjo dan Kecamatan Kartoharjo. "Kita akan mengeksplor budaya yang ada di Kota Madiun agar lebih maju dan
terkenal," tegasnya.
Pekan budaya ini diikuti oleh berbagai anak sekolah mulai tingkat SMP sampai dengan Perguruan Tinggi yang ada di Kota Madiun. "Untuk UMKM disediakan 31 stand dan itu gratis," lanjutnya.
Untuk tahun ini, Pemerintah Kota Madiun akan memberdayakan masyarakat Kota Madiun dalam berbagai kegiatan mulai pawai budaya, penyedia jasa guna mengoptimalkan potensi masyarakat Kota Madiun. "Saya akan berdayakan saudara-saudara kita yang ada di Kota Madiun," terang Agus Purwa Widagdo.
Hal ini diungkapkan karena dirinya sudah berjanji pada insan kesenian bahwa akan membantu memajukan kesenian dan pariwisata yang ada di Kota Madiun. Harapannya seni budaya di Kota Madiun dapat berkembang. Sementara Wakil Walikota Madiun, H. Sugeng Rismiyanto mengatakan di Hari Jadi Kota Madiun yang ke 99 ini Kota Madiun akan tumbuh dan masyarakatnya lebih sejahtera. Terkait dengan pekan budaya ini, Wakil Walikota Madiun
mengajak masyarakat Kota Madiun agar ikut berperan aktif dalam melestarikan budaya.
Sugeng Rismiyanto juga meminta stake holder kesenian Kota Madiun agar mampu menciptakan kesenian khas Kota Madiun yang nantinya bisa ditampilkan disetiap Hari Jadi Kota Madiun. Harapan besar dari Pemerintah Kota Madiun adalah untuk melestarikan budaya adiluhung peninggalan bangsa. "Mari kita ciptakan produk, baik seni modern maupun klasik untuk jadi ikon Kota Madiun," pungkasnya. (Gg)
Madiun Kota - Kegiatan Pekan Budaya yang dimulai pada Senin (3/7/17) ini merupakan salah satu dari rangkaian Hari Jadi Kota Madiun yang ke 99 Tahun 2017. Dalam Pekan Seni Budaya ini diisi dengan Pameran UMKM dan Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk dengan lakon Banjaran Gathot Kaca dari dalang lintas generasi untuk menghibur masyarakat Kota Madiun. Rencananya, Pekan Budaya ini akan diadakan selama 7 hari 7 malam mulai tanggal 3-9 Juli 2017.
Saat ditemui, Agus Purwa Widagdo, Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kota Madiun menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi dari Pemerintah Kota Madium untuk insan seni dan UMKM Kota Madiun. "Kita pilih dalang lokal karena ditingkat Jawa Timur menjadi penyaji terbaik dan ini merupakan apresiasi dari Pemerintah Kota Madiun," ungkap Agus Purwa Widagdo, Senin (3/7/17).
Dilanjutkan, kegiatan pekan budaya selama satu minggu nantinya akan diisi dengan berbagai acara seperti sendra tari dengan lakon Sultan Madiun, berbagai festival musik mulai dari musik campursari ssmpai drngan jazz dan pentas seni yang dipusatkan di Alun-alun Kota Madiun. Selain itu juga ada pertunjukkan di Kecamatan Taman, Manguharjo dan Kecamatan Kartoharjo. "Kita akan mengeksplor budaya yang ada di Kota Madiun agar lebih maju dan
terkenal," tegasnya.
Pekan budaya ini diikuti oleh berbagai anak sekolah mulai tingkat SMP sampai dengan Perguruan Tinggi yang ada di Kota Madiun. "Untuk UMKM disediakan 31 stand dan itu gratis," lanjutnya.
Untuk tahun ini, Pemerintah Kota Madiun akan memberdayakan masyarakat Kota Madiun dalam berbagai kegiatan mulai pawai budaya, penyedia jasa guna mengoptimalkan potensi masyarakat Kota Madiun. "Saya akan berdayakan saudara-saudara kita yang ada di Kota Madiun," terang Agus Purwa Widagdo.
Hal ini diungkapkan karena dirinya sudah berjanji pada insan kesenian bahwa akan membantu memajukan kesenian dan pariwisata yang ada di Kota Madiun. Harapannya seni budaya di Kota Madiun dapat berkembang. Sementara Wakil Walikota Madiun, H. Sugeng Rismiyanto mengatakan di Hari Jadi Kota Madiun yang ke 99 ini Kota Madiun akan tumbuh dan masyarakatnya lebih sejahtera. Terkait dengan pekan budaya ini, Wakil Walikota Madiun
mengajak masyarakat Kota Madiun agar ikut berperan aktif dalam melestarikan budaya.
Sugeng Rismiyanto juga meminta stake holder kesenian Kota Madiun agar mampu menciptakan kesenian khas Kota Madiun yang nantinya bisa ditampilkan disetiap Hari Jadi Kota Madiun. Harapan besar dari Pemerintah Kota Madiun adalah untuk melestarikan budaya adiluhung peninggalan bangsa. "Mari kita ciptakan produk, baik seni modern maupun klasik untuk jadi ikon Kota Madiun," pungkasnya. (Gg)
Baca

Pemkab Madiun Gelar Pasar Murah Untuk Warga Kurang Mampu



Madiun – Dalam rangka menyongsong Hari Raya Idul Fitri 1438 H dan Hari Jadi Kabupaten Madiun yang ke  449 Tahun 2017, Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar Pasar Murah untuk membantu meringankan beban hidup masyarakat. dilapangan Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Madiun juga menyelenggarakan Pasar Murah di Desa Randu Alas, Kecamatan Kare dan di Halaman Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Madiun.
Kegiatan yang sudah menjadi agenda rutin tahunan ini dibuka langsung oleh Bupati Madiun, H. Muhtarom, dan dihadiri oleh Anggota Forkopimda, Sekda, Staf Ahli, Asisten Sekda, Kepala Instansi Vertikal, Pimpinan BUMN/BUMD, Kepala OPD, Ketua TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Madiun, Camat.
Bupati Madiun H. Muhtarom, menjelaskan, bahwa Pasar Murah yang digelar pada hari ini adalah merupakan agenda rutin Pemkab. Madiun setiap menjelang datangnya Hari Raya Idul Fitri. Pasar murah ini disediakan hanya untuk warga masyarakat Kab. Madiun yang kurang mampu atau belum beruntung.
Untuk itu teknis penjualannya menggunakan sistem kupon. Dengan demikian para pembeli diharap antri, tidak berdesakan karena semua yang sudah memegang kupon akan kebagihan. Semua komuditas yang disediakan pemerintah yaitu Gula Pasir, Minyak Goreng Kemasan dan Beras harganya disubsidi rata-rata 30 % dari harga pasar. Untuk itu Bupati Madiun berharap agar semua komuditas terjual di pasar murah ini tepat sasaran yaitu warga kurang mampu.
“Ada tiga komoditas yang dijual dipasar murah ini, selain itu juga ada bahan makanan dan minuman lain yang menjadi produk UMKM Kabupaten Madiun,” ujarnya.
Perlu diketahui, bahwa pasar murah yang digelar kali ini menyediakan bahan Sembako berupa 7.000 kg Gula Pasir, 1500 sak @ 5 kg, dan Minyak Goreng kemasan sebanyak 7.000 liter. Harga untuk gula pasir dijual Rp.9.000,-/Kgsedangkan harga pasaran mencapai Rp.12.500,-, minyak goreng kemasan dijual Rp.9.000,- harga pasaran Rp.13.000,-.Sedangkan Beras dijual Rp.5.000,-/Kg sedangkan harga dipasaran Rp.8.500,-/Kg.
            Selain komoditas tersebut diatas, panitia juga menjual kebutuhan yang lain seperti, mie instan Indomie Goreng 5 bungkus dijual Rp.7.500,-,  Sirup ABC dijual Rp.12.000,-/botol, telor ayam dijual Rp.17.000,-/Kg, Cabe Rawit Merah dijual Rp.30.000,-/Kg, Bawang Putih dijual 32.000,-/Kg, Bawang Merah 19.000,-/Kg, dan kue lebaran/roti dll,  dan yang tidak kalah ramainya dan diserbu warga adalah pakaian pantas pakai yang dijual dengan harga Rp.2.000,- s.d Rp.3.000,-
“Pasar murah ini memang tidak merepresetasikan seluruh wilayah di Kabupaten Madiun namun nantinya akan dilaksanakan secara bergilir setiap tahunnya,” pungkas Bupati Madiun. (Gg)



Madiun – Dalam rangka menyongsong Hari Raya Idul Fitri 1438 H dan Hari Jadi Kabupaten Madiun yang ke  449 Tahun 2017, Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar Pasar Murah untuk membantu meringankan beban hidup masyarakat. dilapangan Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Madiun juga menyelenggarakan Pasar Murah di Desa Randu Alas, Kecamatan Kare dan di Halaman Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Madiun.
Kegiatan yang sudah menjadi agenda rutin tahunan ini dibuka langsung oleh Bupati Madiun, H. Muhtarom, dan dihadiri oleh Anggota Forkopimda, Sekda, Staf Ahli, Asisten Sekda, Kepala Instansi Vertikal, Pimpinan BUMN/BUMD, Kepala OPD, Ketua TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Madiun, Camat.
Bupati Madiun H. Muhtarom, menjelaskan, bahwa Pasar Murah yang digelar pada hari ini adalah merupakan agenda rutin Pemkab. Madiun setiap menjelang datangnya Hari Raya Idul Fitri. Pasar murah ini disediakan hanya untuk warga masyarakat Kab. Madiun yang kurang mampu atau belum beruntung.
Untuk itu teknis penjualannya menggunakan sistem kupon. Dengan demikian para pembeli diharap antri, tidak berdesakan karena semua yang sudah memegang kupon akan kebagihan. Semua komuditas yang disediakan pemerintah yaitu Gula Pasir, Minyak Goreng Kemasan dan Beras harganya disubsidi rata-rata 30 % dari harga pasar. Untuk itu Bupati Madiun berharap agar semua komuditas terjual di pasar murah ini tepat sasaran yaitu warga kurang mampu.
“Ada tiga komoditas yang dijual dipasar murah ini, selain itu juga ada bahan makanan dan minuman lain yang menjadi produk UMKM Kabupaten Madiun,” ujarnya.
Perlu diketahui, bahwa pasar murah yang digelar kali ini menyediakan bahan Sembako berupa 7.000 kg Gula Pasir, 1500 sak @ 5 kg, dan Minyak Goreng kemasan sebanyak 7.000 liter. Harga untuk gula pasir dijual Rp.9.000,-/Kgsedangkan harga pasaran mencapai Rp.12.500,-, minyak goreng kemasan dijual Rp.9.000,- harga pasaran Rp.13.000,-.Sedangkan Beras dijual Rp.5.000,-/Kg sedangkan harga dipasaran Rp.8.500,-/Kg.
            Selain komoditas tersebut diatas, panitia juga menjual kebutuhan yang lain seperti, mie instan Indomie Goreng 5 bungkus dijual Rp.7.500,-,  Sirup ABC dijual Rp.12.000,-/botol, telor ayam dijual Rp.17.000,-/Kg, Cabe Rawit Merah dijual Rp.30.000,-/Kg, Bawang Putih dijual 32.000,-/Kg, Bawang Merah 19.000,-/Kg, dan kue lebaran/roti dll,  dan yang tidak kalah ramainya dan diserbu warga adalah pakaian pantas pakai yang dijual dengan harga Rp.2.000,- s.d Rp.3.000,-
“Pasar murah ini memang tidak merepresetasikan seluruh wilayah di Kabupaten Madiun namun nantinya akan dilaksanakan secara bergilir setiap tahunnya,” pungkas Bupati Madiun. (Gg)

Baca

Masuk 10 Besar, Pemkab Madiun Kirim Duta Wisata Untuk Berlaga Ditingkat Jatim

Madiun - Pemilihan Kakang Nimas tingkat Kabupaten Madiun yang dilakukan oleh Paguyuban Alumni Kakang Nimas tanggal 24 Desember lalu berjalan dengan baik. Saat melakukan seleksi, Bagus Haria Hadi terpilih menjadi Kangmas dan Rizki Dwi Antari terpilih menjadi Nimas yang berhak mewakili Kabupaten Madiun maju ketingkat Provinsi Jawa Timur dalam ajang pencarian bakat generasi muda Raka Raki Jawa Timur Tahun 2017.
Saat ditemui, Agus Widodo, Kasi SDM dan Ekonomi Kreatif, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Madiun menjelaskan setelah sekian lama mengikuti ajang pemilihan Raka Raki yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, baru kali ini wakil dari Pemerintah Kabupaten Madiun masuk dan menembus 10 besar tingkat Jawa Timur. Hal ini tidak lepas dari komunikasi yang baik antara Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga dengan instansi lain dan pihak paguyuban alumni Kangmas Nimas Kabupaten Madiun.
"Kita selalu berkomunikasi dengan paguyuban, mereka anak-anak muda yang punya kepedulian yang tinggi. Semoga bisa menjadi berkah bagi Kabupaten Madiun," ujar Agus Widodo.
Lebih lanjut dijelaskan, tujuan mengikuti ajang pencarian bakat bagi generasi muda Raka Raki ini juga untuk mengenalkan destinasi wisata yang ada di wilayah Kabupaten Madiun sehingga bisa menarik wisatawan lokal maupun dari manca negara agar datang ke Kabupaten Madiun.
Secara teknis, sebelum berangkat ke Surabaya, wakil dari Kabupaten Madiun mendapat pembekalan materi dari Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Dinas Pendidikan dan koreografi. Setelah dirasa cukup, duta wisata dari Kabupaten Madiun berangkat ke Surabaya untuk bersaing dengan 38 peserta dari Kota maupun Kabupaten se Jawa Timur agar menjadi yang terbaik.
"Materi yang diujikan meliputi uji talenta, karantina knowledge, karantina skill dan performance dari para peserta," lanjut Agus.
Ditambahkan, agar bisa tampil maksimal, para peserta di karantina selama 3 hari mulai tanggal 24-26 Maret 2017 di Hotel Aria Centra Surabaya. Selanjutnya pada tanggal 27 Maret 2017 dilaksanakan Grand Final yang dilaksanakan di Grand City Convention Hall, Jalan Walikota Mustajab Surabaya.
"Pada pertarungan di grand final ini, Raka wakil dari Kabupaten Madiun tidak bisa lanjut, namun untuk Raki dengan nomor 18 atas nama Rizki Dwi Antari lolos masuk dalam 10 besar finalis se Jawa Timur," tegasnya.

Sementara, saat dikonfirmasi diruangannya, Ir. Andri Sulistyowati, Kabid Pemasaran Pariwisata, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Madiun mengatakan bahwa dengan masuknya duta wisata Kabupaten Madiun ke 10 besar tingkat Jawa Timur ini sudah menjadi kebanggaan tersendiri karena selama ini wakil dari Kabupaten Madiun belum pernah. "Kita berharap, tahun depan bisa masuk 5 besar bahkan bisa masuk final," pungkasnya. (Gg)
Madiun - Pemilihan Kakang Nimas tingkat Kabupaten Madiun yang dilakukan oleh Paguyuban Alumni Kakang Nimas tanggal 24 Desember lalu berjalan dengan baik. Saat melakukan seleksi, Bagus Haria Hadi terpilih menjadi Kangmas dan Rizki Dwi Antari terpilih menjadi Nimas yang berhak mewakili Kabupaten Madiun maju ketingkat Provinsi Jawa Timur dalam ajang pencarian bakat generasi muda Raka Raki Jawa Timur Tahun 2017.
Saat ditemui, Agus Widodo, Kasi SDM dan Ekonomi Kreatif, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Madiun menjelaskan setelah sekian lama mengikuti ajang pemilihan Raka Raki yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, baru kali ini wakil dari Pemerintah Kabupaten Madiun masuk dan menembus 10 besar tingkat Jawa Timur. Hal ini tidak lepas dari komunikasi yang baik antara Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga dengan instansi lain dan pihak paguyuban alumni Kangmas Nimas Kabupaten Madiun.
"Kita selalu berkomunikasi dengan paguyuban, mereka anak-anak muda yang punya kepedulian yang tinggi. Semoga bisa menjadi berkah bagi Kabupaten Madiun," ujar Agus Widodo.
Lebih lanjut dijelaskan, tujuan mengikuti ajang pencarian bakat bagi generasi muda Raka Raki ini juga untuk mengenalkan destinasi wisata yang ada di wilayah Kabupaten Madiun sehingga bisa menarik wisatawan lokal maupun dari manca negara agar datang ke Kabupaten Madiun.
Secara teknis, sebelum berangkat ke Surabaya, wakil dari Kabupaten Madiun mendapat pembekalan materi dari Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Dinas Pendidikan dan koreografi. Setelah dirasa cukup, duta wisata dari Kabupaten Madiun berangkat ke Surabaya untuk bersaing dengan 38 peserta dari Kota maupun Kabupaten se Jawa Timur agar menjadi yang terbaik.
"Materi yang diujikan meliputi uji talenta, karantina knowledge, karantina skill dan performance dari para peserta," lanjut Agus.
Ditambahkan, agar bisa tampil maksimal, para peserta di karantina selama 3 hari mulai tanggal 24-26 Maret 2017 di Hotel Aria Centra Surabaya. Selanjutnya pada tanggal 27 Maret 2017 dilaksanakan Grand Final yang dilaksanakan di Grand City Convention Hall, Jalan Walikota Mustajab Surabaya.
"Pada pertarungan di grand final ini, Raka wakil dari Kabupaten Madiun tidak bisa lanjut, namun untuk Raki dengan nomor 18 atas nama Rizki Dwi Antari lolos masuk dalam 10 besar finalis se Jawa Timur," tegasnya.

Sementara, saat dikonfirmasi diruangannya, Ir. Andri Sulistyowati, Kabid Pemasaran Pariwisata, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Madiun mengatakan bahwa dengan masuknya duta wisata Kabupaten Madiun ke 10 besar tingkat Jawa Timur ini sudah menjadi kebanggaan tersendiri karena selama ini wakil dari Kabupaten Madiun belum pernah. "Kita berharap, tahun depan bisa masuk 5 besar bahkan bisa masuk final," pungkasnya. (Gg)
Baca

Dirayu Lewat Medsos, Sepeda Motor Dibawa Kabur

Madiun Kota - Samsuri, Warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali harus berurusan dengan Polres Madiun Kota akibat menggelapkan sepeda motor milik Yuliana Rumbian, Warga Desa Mojopurno, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun.
Kejadian ini bermula saat Yuliana berkenalan dengan Samsuri melalui akun jejaring sosial Facebook. Perkenalan ini berlanjut melalui telepon dan Whatsapp. Setengah bulan kemudian, tersangka Samsuri dan korban janjian bertemu. Tersangka meminta korban untuk menjemput dirinya di Terminal Purboyo Kota Madiun dengan mengendarai sepeda motor.
Setelah bertemu, keduanya lantas berboncengan menuju Jalan Diponegoro untuk mencari makan dan dilanjutkan ke salah satu hotel Purboyo. Pasca berasyik masyuk di hotel, korban Yuliana lantas dibujuk dan dirayu oleh tersangka agar mau meminjamkan sepeda motornya.
"Korban diberi janji akan dinikahi dan Alasan tersangka pinjam sepeda motor tersebut akan digunakan ketempat adiknya untuk pinjam uang," kata AKP. Ida Royani, Kasubbag Humas Polres Madiun Kota, Kamis (20/4/17) saat melakukan rilis dihadapan Awak Media.
Setelah berhasil meminjam sepeda motor korban, tersangka langsung kabur ke Boyolali dan sepeda motor korban tidak dikembalikan. Merasa ditipu, lantas korban melaporkan ulah tersangka ke Polsek Kartoharjo, Kota Madiun.
Setelah melakukan penyelidikan selama satu setengah bulan, petugas Buser Polsek Kartoharjo berhasil menangkap tersangka di Solo sekaligus barang bukti berupa sepeda motor, STNK dan surat keterangan dari leasing.

Akibat perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan pasal 372 KUHP sub 378 dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (Gg) 
Madiun Kota - Samsuri, Warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali harus berurusan dengan Polres Madiun Kota akibat menggelapkan sepeda motor milik Yuliana Rumbian, Warga Desa Mojopurno, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun.
Kejadian ini bermula saat Yuliana berkenalan dengan Samsuri melalui akun jejaring sosial Facebook. Perkenalan ini berlanjut melalui telepon dan Whatsapp. Setengah bulan kemudian, tersangka Samsuri dan korban janjian bertemu. Tersangka meminta korban untuk menjemput dirinya di Terminal Purboyo Kota Madiun dengan mengendarai sepeda motor.
Setelah bertemu, keduanya lantas berboncengan menuju Jalan Diponegoro untuk mencari makan dan dilanjutkan ke salah satu hotel Purboyo. Pasca berasyik masyuk di hotel, korban Yuliana lantas dibujuk dan dirayu oleh tersangka agar mau meminjamkan sepeda motornya.
"Korban diberi janji akan dinikahi dan Alasan tersangka pinjam sepeda motor tersebut akan digunakan ketempat adiknya untuk pinjam uang," kata AKP. Ida Royani, Kasubbag Humas Polres Madiun Kota, Kamis (20/4/17) saat melakukan rilis dihadapan Awak Media.
Setelah berhasil meminjam sepeda motor korban, tersangka langsung kabur ke Boyolali dan sepeda motor korban tidak dikembalikan. Merasa ditipu, lantas korban melaporkan ulah tersangka ke Polsek Kartoharjo, Kota Madiun.
Setelah melakukan penyelidikan selama satu setengah bulan, petugas Buser Polsek Kartoharjo berhasil menangkap tersangka di Solo sekaligus barang bukti berupa sepeda motor, STNK dan surat keterangan dari leasing.

Akibat perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan pasal 372 KUHP sub 378 dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (Gg) 
Baca

Budidaya Tanaman Jahe Untuk Peningkatan Perekonomian Masyarakat

Madiun - Salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Madiun untuk meningkatkan perekonomian masyarakat petani kebun yaitu memberikan bantuan bibit jahe merah yang bisa ditanam dengan sistem vertikultur.
Tehnik ini dianggap mudah karena bisa menghemat lahan dan air dengan cara menempatkan bibit disebuah wadah yang disusun secara vertikal. Tehnik ini dianggap bisa menghasilkan panen yang maksimal.
Menurut Ir. Supadi, MM, Kabid Perkebunan, Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, beberapa waktu lalu, Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Bakti Sosial Terpadu (BST) telah memberikan bantuan bibit jahe merah untuk Desa Babadan Lor, Kecamatan Balerejo, Desa Geger, Kecamatan Geger, dan Desa Mojopurno, Kecamatan Wungu. "Masyarakat dibantu bibit jahe merah sebanyak 250 polibag untuk dikembangkan," ujarnya.
Setelah berhasil dikembangkan, hasil panen jahe merah tersebut sebagaian akan dikembangkan lagi sebagai bibit dan yang sebagian bisa di olah menjadi ekstrak minuman herbal oleh Kelompok Wanita Tani wilayah masing-masing. "Kalau nanti skala besar bisa bekerjasama dengan pabrik atau industri besar," lanjut Supadi.
Dijelaskan, usia pemanenan disesuaikan dengan tujuan produk yang akan dijual. Tanaman jahe merah ini dapat dipanen minimal pada usia 10 bulan karena diusia ini kandungan air dari jahe merah masih banyak. "Namun bila untuk obat, jamu maupun minuman instan, usia pemanenan minimal satu tahun," imbuhnya.
Karena dianggap mempunyai potensi ekonomi yang bagus dan tidak memerlukan lahan yang luas, penanaman jahe merah ini akan menjadi primadona. Bukan hanya itu, dalam jangka panjang, banyak industri maupun pabrik jamu yang membutuhkan jahe dalam skala besar.
Agar penanaman ini berjalan secara kontinue, Dinas Pertanian dan Perikanan melalui Bidang Perkebunan senantiasa melakukan penyuluhan dan pendampingan pada masyarakat yang sudah menerima bantuan bibit jahe merah.

"Diharapkan, apabila sudah panen nanti bisa membantu perekonomian masyarakat di Kabupaten Madiun sesuai dengan visi Menuju Masyarakat Kabupaten Madiun Lebis Sejahtera 2018," pungkasnya. (Gg)
Madiun - Salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Madiun untuk meningkatkan perekonomian masyarakat petani kebun yaitu memberikan bantuan bibit jahe merah yang bisa ditanam dengan sistem vertikultur.
Tehnik ini dianggap mudah karena bisa menghemat lahan dan air dengan cara menempatkan bibit disebuah wadah yang disusun secara vertikal. Tehnik ini dianggap bisa menghasilkan panen yang maksimal.
Menurut Ir. Supadi, MM, Kabid Perkebunan, Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, beberapa waktu lalu, Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Bakti Sosial Terpadu (BST) telah memberikan bantuan bibit jahe merah untuk Desa Babadan Lor, Kecamatan Balerejo, Desa Geger, Kecamatan Geger, dan Desa Mojopurno, Kecamatan Wungu. "Masyarakat dibantu bibit jahe merah sebanyak 250 polibag untuk dikembangkan," ujarnya.
Setelah berhasil dikembangkan, hasil panen jahe merah tersebut sebagaian akan dikembangkan lagi sebagai bibit dan yang sebagian bisa di olah menjadi ekstrak minuman herbal oleh Kelompok Wanita Tani wilayah masing-masing. "Kalau nanti skala besar bisa bekerjasama dengan pabrik atau industri besar," lanjut Supadi.
Dijelaskan, usia pemanenan disesuaikan dengan tujuan produk yang akan dijual. Tanaman jahe merah ini dapat dipanen minimal pada usia 10 bulan karena diusia ini kandungan air dari jahe merah masih banyak. "Namun bila untuk obat, jamu maupun minuman instan, usia pemanenan minimal satu tahun," imbuhnya.
Karena dianggap mempunyai potensi ekonomi yang bagus dan tidak memerlukan lahan yang luas, penanaman jahe merah ini akan menjadi primadona. Bukan hanya itu, dalam jangka panjang, banyak industri maupun pabrik jamu yang membutuhkan jahe dalam skala besar.
Agar penanaman ini berjalan secara kontinue, Dinas Pertanian dan Perikanan melalui Bidang Perkebunan senantiasa melakukan penyuluhan dan pendampingan pada masyarakat yang sudah menerima bantuan bibit jahe merah.

"Diharapkan, apabila sudah panen nanti bisa membantu perekonomian masyarakat di Kabupaten Madiun sesuai dengan visi Menuju Masyarakat Kabupaten Madiun Lebis Sejahtera 2018," pungkasnya. (Gg)
Baca
 
Radar Indonesia Eks Karesidenan Madiun. Telp. 081249410099
Support : PT. MEDIA RADAR INDONESIA
Copyright © 2014. Radar Indonesia
Template Edited by Radar Indonesia Eks Karesidenan Madiun
Telp/Message : 081249410099